Muhammad Yunus
Selasa, 27 Januari 2026 | 18:34 WIB
Warga saat melakukan evakuasi penumpang dari Pesawat Smart Air yang jatuh di Pantai Karadir,i bibir pantai Bandara Nabire, Papua Tengah, Selasa (27/1/2026) sekira pukul 13.40 WIT [Suara.com/ANTARA/HO-Tangkapan layar video]
Baca 10 detik
  • Pesawat Smart Air (PK-SNS) rute Nabire-Kaimana mendarat darurat di Nabire, Papua Tengah, Selasa (27/1) karena gangguan mesin.
  • Pilot memutuskan kembali karena daya dorong mesin menurun drastis sehingga harus mendarat di ujung pantai landasan.
  • Seluruh 13 penumpang dan awak pesawat berhasil dievakuasi selamat; Kemenhub sedang menyelidiki lebih lanjut penyebab insiden.

SuaraSulsel.id - Kementerian Perhubungan menyatakan pesawat Smart Air tipe C208B registrasi PK-SNS rute Nabire (NBX) - Kaimana (KNG) melakukan pendaratan darurat di Bandar Udara Douw Aturure Nabire, Papua Tengah, Selasa siang (27/1).

Pesawat jatuh di laut diduga karena mengalami gangguan pada mesin.

"Laporan awal yang diterima, pesawat mengalami gangguan pada engine. Kemudian Pilot in Command (PIC) Capt. Tania K memutuskan Return to Base (RTB). Namun dikarenakan thrust power semakin turun, PIC memutuskan mendarat darurat di di ujung pantai landasan 17 Bandara Douw Aturure," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa dalam keterangan diterima di Jakarta.

Thrust power atau daya dorong dalam pesawat adalah gaya yang dihasilkan mesin pesawat untuk mendorong pesawat maju ke depan agar bisa bergerak, lepas landas, menanjak, dan mempertahankan kecepatan di udara.

Lukman mengatakan saat ini sedang dilakukan penarikan pesawat ke pantai.

Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut dan seluruh penumpang serta awak pesawat telah dievakuasi dengan selamat ke terminal bandara. Adapun total penumpang dan awak pesawat adalah 13 orang.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan koordinasi intensif melalui UPBU Douw Aturure Nabire dengan operator penerbangan, TNI, kepolisian, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan penanganan situasi berjalan dengan aman dan terkendali,” katanya.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab insiden ini.

Baca Juga: Pesawat Smart Air Jatuh di Laut, Diduga Ini Penyebabnya

Load More