SuaraSulsel.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar telah mengevaluasi debat calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar tahap pertama. Acara disiarkan langsung di Kompas TV.
Hasil evaluasi akan digunakan untuk menyempurnakan di debat kedua. Rencanannya akan digelar antara 23 atau 24 November mendatang.
KPU memastikan akan ada hal baru dalam debat putaran kedua Pemilihan Wali Kota Makassar yang digelar di Jakarta.
Anggota KPU kota Makassar Divisi Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat, dan Pendidikan Pemilih, Endang Sari, mengatakan KPU memutuskan untuk menambah durasi menjawab untuk pasangan calon.
Hal itu berdasarkan hasil evaluasi pada debat putaran pertama yang dinilai kurang memuaskan.
KPU menilai, durasi 30 detik yang diberikan kepada kandidat calon tidak cukup untuk menjawab semua pertanyaan. Banyak jawaban paslon yang belum tuntas disampaikan namun waktunya sudah habis.
“Memang kemarin evaluasi debat pertama bahwa Paslon dalam menanggapi sangat kurang, 30 detik,” kata Endang kepada terkini.id -- jaringan suara.com, Rabu, 18 November 2020.
Terkait penambahan durasi, Endang belum bisa membeberkan. Ia mengatakan akan disampaikan jelang debat kedua.
“Belum ditentukan berapa penambahan waktunya. Nanti disampaikan menjelang debat,” sambungnya.
Baca Juga: Cari Penikam Timses Cawalkot Makassar di Palmerah, Polisi Cek CCTV
Namun, kata Endang, hanya durasi menjawab bagi paslon saja yang bertambah. Sementara untuk durasi debat tetap sama seperti pada debat perdana.
Endang mengatakan hal itu sudah diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang sudah menetapkan durasi debat hanya berlangsung selama 190 menit saja.
“Yang bertambah cuma durasi menjawab saja. Kalau durasi debatnya tidak bisa ditambah lagi. Tetap sama seperti sebelumnya. Kita mengikuti PKPU yang mengatur itu, durasinya cuma 190 menit saja,” jelasnya.
Penambahan durasi debat ini diharapkan mampu memberikan kesempatan pada setiap pasangan calon agar bisa menjawab dengan baik setiap pertanyaan yang dilontarkan para panelis, maupun sesama paslon.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Alasan Cari Makan, Tiga Terduga Pelaku Penyelundupan Batu Hitam Kabur dari Kantor Polisi
-
Korban Koma 10 Hari, Misteri Tabrak Lari di Gowa Akhirnya Terkuak Berkat Jejak Ini
-
Dosen UIN Alauddin Makassar Jadi Dosen Tamu di AS, Bahas Dialog Antaragama
-
Prabowo Bakal Bangun Pacuan Kuda Berstandar Internasional di Sulawesi
-
Ini Strategi Awal Appi Sebagai Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan