- Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melakukan sidak antrean BBM dan kelangkaan LPG di Makassar pada 10 September 2026.
- Pemerintah menemukan kendala operasional SPBU, migrasi konsumen ke BBM subsidi, pembelian berulang, dan melibatkan kepolisian untuk pengusutan.
- Pertamina memastikan stok BBM aman, meningkatkan penyaluran, memblokir ribuan QR Code, serta menambah pasokan LPG 3 kilogram.
SuaraSulsel.id - Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan belum juga berakhir.
Berbulan-bulan masyarakat harus menghabiskan waktu mengantre untuk mendapatkan BBM bersubsidi.
Di tengah kondisi tersebut, kelangkaan juga mulai dirasakan pada LPG 3 kilogram. Persoalan ini mendapat perhatian langsung dari Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yang turun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu SPBU di Kota Makassar, Kamis, 10 September 2026.
Sudirman mendatangi SPBU di Jalan AP Pettarani untuk melihat langsung kondisi antrean yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Baca Juga:BBM dan Elpiji Sulsel Langka 2 Bulan, DPRD Semprot Pertamina: Jangan Cuma Beri Penjelasan!
Di lokasi dia bahkan langsung menghubungi pihak pemilik SPBU untuk mencari tahu penyebab antrean yang tak kunjung terurai.
"Saya sudah telepon keluarga pemiliknya karena pemiliknya belum bisa dihubungi. Sama Pertamina dan Krimsus turun ke sini juga sudah ada," kata Sudirman.
Ia menjelaskan persoalan antrean tidak bisa hanya dilihat dari ketersediaan stok BBM. Ada sejumlah persoalan teknis di SPBU yang turut memengaruhi panjangnya antrean.
Salah satunya adalah jumlah nozzle yang beroperasi.
Sudirman menemukan SPBU tersebut memiliki empat nozzle, tetapi hanya satu yang digunakan untuk melayani kendaraan.
Baca Juga:Antrean Panjang BBM di SPBU Pulau Sulawesi Tak Wajar
"Saya sudah koordinasi Polda kenapa antrean ini terjadi dan termasuk ini ada empat nozzle, tapi cuma satu yang beroperasi. Itu salah satunya," ujarnya.
Selain persoalan pelayanan di SPBU, pemerintah juga tengah menelusuri tingginya permintaan BBM bersubsidi di sejumlah wilayah.
Sudirman mengatakan terdapat kemungkinan perpindahan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi setelah harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan, sementara harga BBM subsidi tetap.
"Harga nonsubsidi kan naik, yang subsidi tetap. Ada perpindahan atau migrasi pelanggan yang dari nonsubsidi kepada subsidi, sehingga terjadi antrean panjang di sini," ungkapnya.
Meski demikian, berdasarkan laporan Pertamina kepada pemerintah provinsi, kuota BBM disebut masih mencukupi.
Sudirman juga menyoroti adanya kendaraan yang melakukan pembelian BBM subsidi secara berulang.
Menurutnya, sebagian konsumen yang sebelumnya menggunakan BBM untuk kebutuhan industri kini ikut mengantre di SPBU subsidi karena merasa memiliki hak untuk mendapatkan BBM bersubsidi.
"Ada yang memang berulang pergi ngantre, karena tadinya ambil industri, tapi karena mereka merasa dia punya hak di subsidi sehingga dia juga pergi ngantre di subsidi kembali," ujarnya.
Persoalan tersebut kini tidak hanya menjadi urusan Pertamina. Gubernur mengatakan aparat kepolisian ikut turun untuk mengusut dugaan persoalan dalam distribusi maupun penyaluran BBM di Sulsel.
"Sedang diusut. Pak Kapolda juga sudah jalan semua ini. Mulai dari Krimsusnya dan Lantas," tegas Sudirman.
LPG 3 Kg Ikut Jadi Sorotan
Di tengah antrean BBM yang belum kunjung selesai, persoalan lain muncul pada LPG 3 kilogram.
Gas yang banyak digunakan rumah tangga dan pelaku usaha kecil tersebut dilaporkan mulai sulit ditemukan di sejumlah wilayah.
Sudirman mengatakan pemerintah masih melakukan evaluasi terhadap kondisi tersebut. Dia meminta data di lapangan dikumpulkan terlebih dahulu sebelum mengambil langkah lebih jauh.
"Untuk gas 3 kg, kita lagi evaluasi ini. Ini kan baru laporan, sekarang kita evaluasi dalam waktu tiga hari ini," katanya.
Pemerintah provinsi juga akan membawa persoalan BBM dan LPG tersebut dalam rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel.
Rapat dijadwalkan berlangsung pekan depan mendatang dengan melibatkan pihak-pihak terkait, termasuk instansi vertikal.
"Senin kita akan rapat dengan Forkopimda tingkat provinsi akan dipanggil semua karena ini kan (lembaga) vertikal, akan dipanggil semua," ujar Sudirman.
Sebelum rapat tersebut digelar, Satgas akan lebih dulu turun ke lapangan untuk melakukan penertiban terhadap praktik-praktik yang dinilai menyebabkan antrean dan mengganggu distribusi.
Pertamina Berdalih Stok BBM Aman
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan stok dan pasokan BBM di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, dalam kondisi aman.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar mengatakan distribusi BBM ke SPBU terus dipantau dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
"Stok BBM kami pastikan aman dan distribusi terus berjalan. Kami juga melakukan penguatan pelayanan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir maupun melakukan panic buying," kata Deny.
Pertamina mencatat konsumsi harian Solar JBT pada Agustus 2026 meningkat 14,6 persen dibandingkan Mei 2026. Kenaikan tersebut disebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas logistik, transportasi, dan kegiatan masyarakat di sejumlah wilayah Sulsel.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan, Pertamina juga meningkatkan penyaluran Solar JBT sebesar 14,6 persen dan Pertalite sebesar 7,6 persen di Sulsel.
Tambahan pasokan dapat diberikan hingga 15 persen dari kondisi normal pada sejumlah SPBU yang memiliki tingkat kebutuhan tinggi.
Pertamina juga mengoptimalkan armada mobil tangki serta menyesuaikan jam operasional depot agar suplai ke SPBU dapat dipercepat.
Sejumlah SPBU bahkan akan dioperasikan selama 24 jam, terutama di lokasi yang mengalami peningkatan permintaan dan antrean.
Untuk LPG 3 kilogram, Pertamina menyebut telah melakukan extra dropping hingga 130 persen dari rata-rata penyaluran harian di Sulsel.
Pengawasan terhadap BBM bersubsidi juga diperketat. Pertamina memantau stok, antrean, hingga pola transaksi di SPBU untuk mendeteksi pembelian berulang maupun transaksi yang dinilai tidak wajar.
Sebelumnya, Pertamina telah memblokir 6.023 QR Code Subsidi Tepat yang terindikasi melakukan pengisian berulang atau transaksi tidak wajar.
Deny mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Stok BBM aman, distribusi terus kami jaga, dan SPBU akan terus melayani kebutuhan masyarakat. Belilah BBM secukupnya sesuai kebutuhan," tegasnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing