Rektor UMI: Gunakan AI untuk Belajar Bukan Menipu

Rektor Universitas Muslim Indonesia Prof Dr Hambali Thalib menekan pentingnya penggunaan kecerdasan buatan

Muhammad Yunus
Rabu, 09 September 2026 | 16:32 WIB
Rektor UMI: Gunakan AI untuk Belajar Bukan Menipu
Rektor Universitas Muslim Indonesia Prof Dr Hambali Thalib [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-UMI]
Baca 10 detik
  • Rektor UMI Prof Dr Hambali Thalib meminta mahasiswa baru memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan produktivitas belajar secara bijak.
  • Pesan tersebut disampaikan pada pembukaan Pekan Pesantren di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Rabu 9 September 2026.
  • Strategi UMI mencakup penguatan iman, penguasaan teknologi, riset, bahasa asing, serta pembangunan jejaring internasional demi reputasi global.

SuaraSulsel.id - Rektor Universitas Muslim Indonesia Prof Dr Hambali Thalib menekan pentingnya penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk belajar, bukan untuk menipu dan merugikan orang lain.

Prof Hambali dalam keterangannya di Makassar, meminta civitas akademika khususnya mahasiswa baru agar menggunakan AI untuk mempercepat pekerjaan, bukan untuk menggantikan tanggung jawab berpikir.

"Gunakan teknologi untuk meningkatkan produktivitas, bukan menghilangkan integritas," ujar Prof Hambali pada pembukaan Pekan Pesantren di Pesantren Darul Mukhsinin Padanglampe, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Rabu 9 September 2026.

Di hadapan ratusan mahasiswa baru Fakultas Hukum dia mengingatkan bahwa perubahan teknologi telah membawa disrupsi besar terhadap ekonomi, dunia kerja atau profesi.

Baca Juga:Prof Niswar: AI Bukan Ancaman, Tapi Mitra Kritis Kampus Masa Depan

Bahkan cara manusia belajar, bekerja, berkomunikasi, dan mengambil keputusan juga berubah.

"Saya ingin mahasiswa UMI menjadi AI literate, digitally competent, tetapi tetap humanis dan berakhlak. Sebab teknologi boleh semakin cerdas, tetapi manusia harus tetap memiliki hati nurani," ujarnya.

Selain itu, dirinya juga memaparkan beberapa strategi UMI dalam mempersiapkan SDM unggul dan berkarakter yakni penguatan iman dan ketakwaan.

Menurut dia, identitas Islam tidak boleh hanya tampak pada nama universitas.Islam harus hidup dalam perilaku sivitas akademika

Ia juga mendorong mahasiswa UMI harus memiliki kompetensi yang kompetitif dengan menguasai teknologi, riset, pelajari bahasa asing termasuk mengembangkan kemampuan komunikasi.

Baca Juga:Panduan Lengkap Fase Registrasi Domain .ai.id untuk Publik Indonesia

"UMI sedang menuju dan memperkuat langkah menuju Kampus bereputasi Internasional. Karena itu, mahasiswa dan dosen UMI tidak boleh hanya berpikir lokal.Think globally, act locally. Perkuat Bahasa Inggris dan bangun jejaring internasional," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini