- Dua belas mahasiswa KKN Unhas mengalami kecelakaan pikap akibat rem blong di Bantaeng, Kamis 13 Agustus 2026.
- Pengemudi sempat membenturkan mobil ke pohon sebelum kendaraan terbalik saat perjalanan pulang dari kegiatan penghijauan.
- Seluruh korban langsung dievakuasi ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan medis hingga kondisinya membaik.
SuaraSulsel.id - Sebanyak 12 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 mengalami kecelakaan tunggal di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis, 13 Agustus 2026.
Kecelakaan tersebut terjadi saat rombongan mahasiswa dalam perjalanan kembali ke posko KKN di Desa Kayu Loe setelah mengikuti kegiatan penutupan KKN yang dirangkaikan dengan penghijauan serentak di kawasan Pinus Rombeng, Desa Bonto Lojong.
Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Dokumentasi Unhas, Ishaq Rahman mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.00 Wita di perbatasan Desa Bonto Lojong dan Desa Kayu Loe.
Saat itu 12 mahasiswa berada di dalam sebuah mobil pikap terbuka. Kendaraan tersebut kemudian mengalami kecelakaan hingga terbalik dan berguling ke sisi jalan yang lebih rendah.
Baca Juga:Penelitian Baru Ungkap Akar Budaya Toalean di Sulawesi Selatan
"Kecelakaan terjadi saat rombongan dalam perjalanan kembali ke posko. Menurut informasi dari pengemudi, mobil mengalami rem blong," kata Ishaq dalam keterangannya, Jumat, 14 Agustus 2026.
Ishaq menjelaskan pengemudi kemudian berupaya menghentikan kendaraan dengan membenturkan mobil ke pohon yang berada di pinggir jalan.
"Sebagai upaya menghentikan laju kendaraan, pengemudi sengaja membenturkan mobil ke pohon di pinggir jalan," ujarnya.
Setelah kecelakaan, para mahasiswa dievakuasi ke rumah warga yang berada di sekitar lokasi.
Koordinator Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) KKN Kabupaten Bantaeng, Putri F Nurdin yang berada tidak jauh dari lokasi kemudian menuju tempat kejadian.
Baca Juga:Peneliti Unhas Kembangkan Gula Aren Alami Tanpa Pengawet
Putri selanjutnya menghubungi Public Safety Center (PSC) untuk mendapatkan bantuan medis.
Sekitar 10 menit kemudian, tim medis PSC Cabang Loka tiba di lokasi dan memberikan penanganan awal kepada para mahasiswa.
Setelah mendapatkan pertolongan pertama, seluruh korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Anwar Makkatutu Bantaeng untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Seluruh mahasiswa korban kecelakaan kemudian dievakuasi menuju RS Anwar Makkatutu, Bantaeng, dan langsung memperoleh penanganan di Unit Gawat Darurat (UGD)," kata Ishaq.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, lima mahasiswa dinyatakan dalam kondisi sehat dan stabil.
Sementara empat mahasiswa mengalami cedera ringan dan tiga mahasiswa lainnya harus menjalani observasi lanjutan, termasuk pemeriksaan X-ray.
Dari pemeriksaan tersebut, dua mahasiswa mengalami keseleo pada bagian kaki. Sementara satu mahasiswa terindikasi mengalami fraktur pada bagian paha.
Meski mengalami sejumlah cedera, kondisi seluruh mahasiswa dilaporkan membaik setelah mendapatkan penanganan medis.
Sebanyak 10 mahasiswa kemudian diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan dan observasi di rumah sakit.
"Sebanyak 10 mahasiswa telah dapat dipulangkan langsung," ujar Ishaq.
Sementara dua mahasiswa lainnya juga telah dinyatakan dapat meninggalkan rumah sakit. Namun, keduanya masih berada di rumah sakit karena sedang tertidur saat proses pemulangan dilakukan.
Putri kemudian memutuskan agar kedua mahasiswa tersebut tetap beristirahat di rumah sakit dan akan menjemput mereka saat proses pemulangan ke Makassar.
"Kedua mahasiswa akan dijemput dan dipulangkan ke Makassar hari ini," kata Ishaq.
Kecelakaan tersebut terjadi saat pelaksanaan KKN Unhas Gelombang 116 memasuki tahap akhir.
Rangkaian penutupan dan penarikan mahasiswa KKN dilakukan secara bertahap mulai Rabu hingga Sabtu 15 Agustus 2026 besok.
Khusus mahasiswa KKN yang ditempatkan di Kabupaten Bantaeng, proses penarikan dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 14 Agustus 2026, hari ini.
Pihak Unhas memastikan mahasiswa yang menjadi korban mendapatkan penanganan setelah kecelakaan. Koordinasi juga dilakukan untuk memastikan proses pemulangan mahasiswa berjalan dengan baik.
Kepala Subdirektorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat Unhas, Suleha Thamrin juga mengingatkan mahasiswa agar tetap memperhatikan keselamatan selama menjalankan aktivitas hingga seluruh rangkaian KKN selesai.
"Kami berharap para mahasiswa dapat terus berhati-hati dalam melaksanakan aktivitas di penghujung masa KKN," kata Suleha.
Saat ini seluruh mahasiswa yang menjadi korban kecelakaan tersebut dilaporkan dalam kondisi membaik.
Proses pemulangan mahasiswa dari Kabupaten Bantaeng ke Makassar juga dilakukan setelah mendapatkan penanganan dan dinyatakan dapat meninggalkan rumah sakit.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing