- Pembaruan citra satelit Google Maps pada 28 September 2026 menunjukkan kehancuran total infrastruktur permukiman di Jalur Gaza.
- UNOSAT melaporkan 82 persen atau sekitar 201.290 bangunan di Jalur Gaza mengalami kerusakan akibat agresi militer Israel.
- Agresi Israel sejak 7 Oktober 2023 menyebabkan lebih dari 74.000 warga Palestina tewas dan memicu krisis tempat tinggal akut.
SuaraSulsel.id - Pembaruan citra satelit di aplikasi Google Maps pada Senin 28 September 2026 mengungkapkan luasnya kehancuran infrastruktur di Jalur Gaza akibat agresi genosida Israel yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Citra satelit memperlihatkan kawasan permukiman dan blok-blok tempat tinggal menghilang sepenuhnya serta kawasan perkotaan yang luluh lantak.
Gambar terbaru tersebut menunjukkan transformasi lanskap urban Jalur Gaza yang amat dramatis, dengan pusat permukiman dan kegiatan masyarakat yang dahulu padat kini menjadi puing-puing yang kosong tak berpenghuni.
Citra yang menampakkan secara jelas kehancuran di Jalur Gaza itu memungkinkan masyarakat membandingkan situasi Gaza sebelum dan setelah agresi Israel serta melihat separah apa kondisi area yang hancur.
Baca Juga:Andi Angga Kirim Kode Zona Kuning ke Ibu Sebelum Ditangkap Tentara Israel
Pembaruan citra satelit tersebut hadir di tengah berlanjutnya serangan Israel yang mengancam nyawa rakyat Palestina di Gaza meski dengan gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Sejak gencatan senjata, puluhan bangunan di Gaza yang diserang pasukan zionis Israel ambruk menimpa penghuninya.
Sementara, masyarakat setempat mengalami krisis tempat tinggal yang akut akibat dibatasinya logistik tempat tinggal sementara.
Ancaman yang muncul tak terbatas pada bangunan yang ambruk, mengingat serangan Israel mengakibatkan ribuan bangunan mengalami kerusakan atau keretakan parah.
Paparan hujan, angin, dan cuaca buruk meningkatkan risiko runtuhnya bangunan rusak tersebut.
Baca Juga:Sosok Relawan Asal Makassar yang Ditangkap Pasukan Israel
Menurut temuan pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk urusan hak tempat tinggal pada Februari lalu, lebih dari 200.000 ton bahan peledak dijatuhkan di Jalur Gaza dalam kurun dua tahun.
Pemantauan satelit oleh Pusat Satelit PBB UNOSAT per 16 Juni 2026 juga memperlihatkan sejumlah 201.290 bangunan, setara dengan 82 persen dari seluruh bangunan di Jalur Gaza, rusak akibat perang.
Angka tersebut mencakup 134.422 bangunan yang hancur, 13.848 bangunan yang rudak parah, 28.096 bangunan yang rusak sedang, dan 24.924 bangunan lain yang diduga rusak.
Di luar angka tersebut, tercatat pula sekitar 328.627 unit rumah warga Gaza rusak.
Sejak agresi dan genosida Israel di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023, lebih dari 74.000 warga Palestina di Gaza tewas dan 175.000 lebih lainnya terluka.
Diketahui pula 90 persen dari semua bangunan di wilayah tersebut hancur atau rusak.