- Tersangka SHM membunuh istrinya, AN, menggunakan senjata tajam di Jalan Manuruki, Makassar, pada Minggu, 14 Juni 2026.
- Pembunuhan dipicu pertengkaran akibat dugaan perselingkuhan, tekanan ekonomi, serta seringnya korban mengeluarkan kata-kata kasar kepada pelaku.
- Tersangka kini ditahan Polsek Tamalate dengan ancaman pidana 20 tahun penjara setelah sempat merekayasa alibi melukai dirinya.
SuaraSulsel.id - Penyidik Polsek Tamalate akhirnya mengungkap motif kasus pembunuhan dilakukan pelaku berinisial SHM (21) yang tega membunuh istrinya, AN (24) secara sadis dipicu asmara perselingkuhan, hingga tekanan ekonomi, di Jalan Manuruki VI, Makassar, Sulawesi Selatan.
"Jadi, motifnya pembunuhan ini adalah sakit hati. Menurut keterangan pelaku ini, sering diberikan kata-kata kasar oleh istrinya. Pernah sampai istrinya didapati suaminya ini ada bekas ciuman di lehernya," ungkap Kepala Unit Reskrim Polsek Tamalate Iptu Abdul Latif di Makassar, Selasa (16/6).
Dari kasus ini, besar kemungkinan pelaku didapati selingkuh dengan perempuan lain, setelah tanda ciuman merah di lehernya terlihat, sehingga memicu pertengkaran hebat. Korban pun merasa curiga atas kelakuan suaminya selama ini.
"Curiga istrinya seperti itu (selingkuh). Makanya di situ mulai muncul pertengkaran. Karena di dalam kamar dia hanya berdua di situ, mungkin sudah gelap mata ini suaminya. Dia tidak menerima kata-kata kasar terus sama istrinya. Akhirnya gelap mata, sudah, langsung dieksekusi," tuturnya.
Baca Juga:Mahasiswa Makassar Sebut Program Makan Bergizi Gratis Ladang Korupsi
Berdasarkan pengakuan pelaku yang kini ditetapkan tersangka, menghabisi nyawa istrinya dengan menggorok leher korban dengan sebilah badik saat kejadian pada Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 20.30 WITA, di Jalan Manuruki VI, Lorong 1, Kecamatan Tamalate, Makassar.
"Selain pelaku diamankan, barang buktinya yakni pisau jenis badik," ujarnya.
Abdul Latif menjelaskan, dari pendalaman keterangan tersangka sebelum kejadian, terjadi pertengkaran hebat, saling cekcok mulut.
Selain soal adanya perempuan lain, faktor pendapatan ekonomi juga dipertengkarkan.
"Hasil interogasi, pelaku ini bekerja di salah satu toko, awalnya memang berkaitan ekonomi. Istrinya selalu menyuruh suaminya mencari pekerjaan yang mendapat upah lebih tinggi. Sedangkan korban ini ibu rumah tangga, dan pernah ikut kerja di SPPG, dapur MBG," ucapnya.
Baca Juga:Kronologi Pasien Tikam Pasien di RSUP Wahidin: Pelaku Mondar-mandir Sebelum Beraksi
Sejauh ini, dalam pengembangan kasusnya sementara diperiksa tiga orang saksi.
Awal kejadian itu terungkap, setelah menerima laporan warga ada penemuan mayat. Selanjutnya personel polsek mendatangi lokasi, ternyata ditemukan kasus pembunuhan.
Alibi tersangka lukai dirinya
Pelaku tega menghilangkan nyawa istrinya dengan menggorok leher korban hingga tewas di tempat dengan luka menganga.
Usai kejadian itu, pelaku sempat ke rumah orang tuanya dan bercerita telah membunuh istrinya setelah bertengkar, bahkan beralibi dirinya terluka ditusuk pisau oleh korban.
Selanjutnya, pergi ke salah satu klinik beralasan mengobati lukanya di dekat Markas Brimob Jalan Sultan Alauddin.