- Kanwil DJPb Sulsel mencatat 1.929.720 warga menerima manfaat Makan Bergizi Gratis melalui 876 SPPG hingga semester I 2026.
- Program ini melibatkan 1.665 penyuplai lokal yang memperkuat UMKM serta menggerakkan perekonomian daerah di Sulawesi Selatan.
- Operasional SPPG di seluruh kabupaten dan kota berhasil menyerap 39.918 tenaga kerja secara langsung hingga Juni 2026.
SuaraSulsel.id - Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Selatan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat sebanyak 1.929.720 jiwa warga Sulsel tercatat sebagai penerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga semester I tahun 2026.
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Sulsel Angkaswantoro di Makassar, menjelaskan, kehadiran ratusan SPPG dalam pelaksanaan Program MBG memberikan dampak luas bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
"Untuk penerima manfaat program MBG di Sulsel itu sekitar 1,92 juta jiwa lebih dengan 876 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah terbentuk di 24 kabupaten dan kota," ujarnya, Kamis 30 Juli 2026.
Selain para peserta didik, Program MBG juga menyasar ibu hamil serta bayi di bawah dua tahun atau baduta, sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Baca Juga:Rumah Sakit Rp161 Miliar Mulai Dibangun di Gowa, Pasien Tidak Harus ke Makassar
Tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan dan gizi, pelaksanaan Program MBG di Sulawesi Selatan juga memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.
Angkaswantoro mengungkapkan, rantai pasok program ini melibatkan sebanyak 1.665 penyuplai, mulai dari penyedia bahan pangan hingga mitra pendukung lainnya.
"Keterlibatan penyuplai lokal ini turut mendorong perputaran ekonomi di daerah serta memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah," katanya menjelaskan.
Dari sisi penyerapan tenaga kerja, program MBG juga menciptakan peluang kerja yang cukup besar.
Hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 39.918 tenaga kerja terlibat secara langsung dalam operasional SPPG di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Baca Juga:Bupati Gowa Diperiksa Kasus Seragam Gratis Rp16 Miliar, Om Basri Belum Tersentuh?
Menurut dia, angka ini mencerminkan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi dan pencipta lapangan kerja.
Angkaswantoro menegaskan, DJPb Sulawesi Selatan akan terus mendukung keberlanjutan dan penguatan program MBG melalui pengelolaan anggaran yang akuntabel dan tepat sasaran.
"Kita berharap, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjaga agar manfaat program ini semakin dirasakan luas oleh masyarakat Sulawesi Selatan," ucapnya.