suara hijau

Guru Besar UMI Ungkap Cara Mengatasi Serbuan Ikan Sapu-Sapu

Ikan sapu-sapu yang dulu dikenal sebagai ikan hias pembersih akuarium, kini justru menjadi ancaman serius

Muhammad Yunus
Senin, 20 April 2026 | 10:07 WIB
Guru Besar UMI Ungkap Cara Mengatasi Serbuan Ikan Sapu-Sapu
Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Prof DR Ir Andi Tamsil MS IPM [Suara.com/Foto: Kamaruddin Azis Daeng Nuntung]
Baca 10 detik
  • Ikan sapu-sapu yang awalnya ikan hias kini menjadi ancaman serius bagi ekosistem perairan tawar di Indonesia.
  • Populasi ikan sapu-sapu yang invasif mendominasi perairan alami dan merugikan nelayan akibat hilangnya hasil tangkapan ikan asli.
  • Universitas Muslim Indonesia menyarankan pengolahan ikan sapu-sapu menjadi pakan ternak bernilai ekonomi guna mengurangi populasi di perairan.

SuaraSulsel.id - Ikan sapu-sapu yang dulu dikenal sebagai ikan hias pembersih akuarium, kini justru menjadi ancaman serius bagi ekosistem perairan tawar di Indonesia.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Prof Andi Tamsil mengungkapkan, masalah ikan sapu-sapu sebenarnya sudah terjadi sejak lama, bahkan sejak 1994 di wilayah Bogor, Jawa Barat.

Menurutnya, awal masuknya ikan ini ke Indonesia bukan sebagai hama, melainkan sebagai ikan hias yang berfungsi membersihkan dasar dan dinding akuarium atau kolam.

“Ketika masih kecil, ikan ini memang menarik dipelihara di akuarium. Tapi saat ukurannya sudah besar, banyak warga yang akhirnya melepasnya ke sungai atau danau,” kata Tamsil kepada Suara.com, Senin 20 April 2026.

Baca Juga:Peneliti Ungkap Alasan Ilmiah Ikan Hiu 'Nongkrong' di Pesisir Makassar

Bahaya Ikan Sapu-Sapu bagi Ekosistem: Jakarta Basmi Spesies di Sungai (ipb.ac.id)
Bahaya Ikan Sapu-Sapu bagi Ekosistem: Jakarta Basmi Spesies di Sungai (ipb.ac.id)

Padahal, ikan sapu-sapu termasuk spesies asing yang tidak boleh dilepasliarkan sembarangan ke perairan alami.

Ikan ini dikenal memiliki daya tahan tinggi dan mampu berkembang biak dengan sangat cepat.

Selain itu, ikan sapu-sapu juga lebih toleran terhadap kondisi air yang ekstrem dibandingkan ikan lokal.

Akibatnya, ikan ini dengan mudah menguasai habitat perairan dan secara perlahan menggeser keberadaan ikan-ikan asli.

Tamsil mencontohkan fenomena yang terjadi di Danau Tempe pada tahun 2004.

Baca Juga:YRC Indonesia-DKP Kolaborasi Konservasi Perikanan di Pangkep

Saat itu, nelayan yang menangkap ikan menggunakan jaring justru mengeluh karena hampir seluruh hasil tangkapan mereka didominasi ikan sapu-sapu.

“Sekitar 90 persen yang tertangkap adalah ikan sapu-sapu. Nelayan sampai menangis karena rugi. Jaring rusak, sementara ikan asli hampir tidak ada,” ungkapnya.

Para nelayan pun sempat bertanya bagaimana cara membasmi ikan tersebut. Namun Tamsil menegaskan, dalam pengelolaan perikanan sebenarnya tidak ada istilah “membasmi”.

“Tidak ada istilah basmi,” tegas kata Tamsil yang juga Ketua Shrimp Club Indonesia.

Menurut dia, solusi yang lebih realistis adalah mengubah ikan sapu-sapu menjadi komoditas bernilai ekonomi.

Jika ikan ini memiliki harga, maka nelayan dengan sendirinya akan menangkapnya secara masif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini