- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa isu penggunaan anggaran Rp2 miliar untuk sewa helikopter adalah informasi tidak benar.
- Dana tersebut hanyalah pagu dalam dokumen perencanaan untuk antisipasi keadaan darurat, bukan merupakan realisasi penggunaan anggaran daerah.
- Pihak Pemprov memastikan anggaran tersebut tidak digunakan untuk membiayai mobilitas Gubernur maupun kepentingan pribadi kepala daerah lainnya.
SuaraSulsel.id - Isu mengenai penggunaan anggaran Rp2 miliar oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk menyewa helikopter ramai beredar di media sosial.
Informasi tersebut memicu beragam reaksi publik dan menimbulkan kesan seolah-olah anggaran daerah telah digunakan untuk kepentingan tersebut.
Namun, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Melalui keterangan resmi, Pemprov Sulsel menegaskan bahwa kabar mengenai pengeluaran Rp2 miliar untuk sewa helikopter merupakan informasi keliru atau hoaks.
Baca Juga:ASN Sulsel WFH 2 Hari: Dilarang Keras Nongkrong di Kafe dan Wajib Kirim Lokasi
Penjelasan ini disampaikan oleh Kepala Biro Umum Setda Provinsi Sulsel, Suhartono.
Ia menegaskan bahwa angka Rp2 miliar yang beredar di publik sebenarnya merupakan pagu anggaran yang tercantum dalam dokumen perencanaan, bukan realisasi penggunaan anggaran.
“Anggaran tersebut sudah tercantum dalam perencanaan, namun hingga saat ini belum ada realisasi atau penggunaan,” kata Suhartono, dalam rilisnya Kamis (2/4/2026).
Asal Mula Anggaran Rp2 Miliar
Menurut Suhartono, rencana penganggaran tersebut disiapkan sebagai langkah antisipatif untuk kebutuhan kedaruratan.
Baca Juga:Kabar Gembira! Jalan Rusak Menuju Seko Mulai Diperbaiki Pakai Anggaran Ini
Helikopter diproyeksikan dapat digunakan dalam berbagai situasi yang membutuhkan mobilitas cepat.
Misalnya untuk penanganan bencana alam, evakuasi darurat, hingga menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.
“Sewa helikopter ini diproyeksikan untuk kepentingan mendesak, serta mendukung penanganan kedaruratan seperti bencana banjir, termasuk akses ke daerah yang sulit dijangkau,” jelasnya.
Karena itu, keberadaan anggaran tersebut bersifat situasional dan tidak dirancang untuk penggunaan rutin.
Tidak Digunakan untuk Mobilitas Gubernur
Pemprov Sulsel juga menegaskan bahwa penggunaan helikopter oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, selama ini tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah.