- Ketua TP PKK Sulbar, Harsinah Suhardi, mengukuhkan Ibunda Guru tingkat kabupaten di Mamuju pada Jumat, 15 Mei 2024.
- Pengukuhan ini bertujuan memperkuat sinergi dan dukungan moral bagi tenaga pendidik untuk meningkatkan kualitas profesionalisme guru.
- Pendidikan berbasis kasih sayang diharapkan mampu membentuk generasi muda berkarakter demi mencapai visi Indonesia Emas 2045.
SuaraSulsel.id - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Barat (SUlbar) Harsinah Suhardi menekankan pentingnya pendidikan berbasis kasih sayang, sehingga dapat melahirkan generasi muda berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.
"Pendidikan yang hakiki lahir dari sentuhan kasih, kesabaran, dan integritas yang kuat dalam mendampingi generasi muda," kata Harsinah saat mengukuhkan Ibunda Guru Kabupaten se-Sulbar, di Mamuju, Jumat (15/5).
Pengukuhan tersebut dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Prof Unifah Rosyidi, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulbar, pengurus PGRI tingkat provinsi dan kabupaten, serta para pendidik dan tenaga kependidikan dari berbagai daerah di Sulbar.
Harsinah yang juga Ibunda Guru Provinsi Sulbar menyebut momentum pengukuhan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata komitmen bersama dalam memuliakan profesi guru.
Baca Juga:Tri Tito Karnavian Puji Kepemimpinan Gubernur Sulsel Sukseskan Program Zero Dose
Pengukuhan Ibunda Guru Kabupaten se-Sulbar ini juga disebut sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi berbagai komponen pendidikan di daerah, sekaligus mempererat dukungan terhadap tugas mulia seorang guru.
"Keberadaan Ibunda Guru mencerminkan pencerahan yang lahir dari kasih sayang, bukan sekadar otoritas intelektual," ujar Harsinah.
Kepada para Ibunda Guru yang dikukuhkan, Harsinah menitipkan amanah agar terus memberikan dukungan moral, motivasi dan bimbingan kepada para guru di tingkat kabupaten.
Selain itu, mereka juga diharapkan menjadi figur teladan yang mampu menginspirasi para guru untuk terus meningkatkan profesionalisme dan dedikasi dalam mendidik.
Ibunda Guru, menurut Harsinah, bukan hanya sebuah gelar, tetapi amanah untuk menjadi pelita pendidikan, sosok pengayom serta figur yang memiliki kepedulian terhadap masa depan dunia pendidikan.
Baca Juga:Mengapa Banyak Anak di Sulbar Masih Enggan Kembali ke Sekolah?
Sebagai bagian dari keluarga besar PGRI, Harsinah mengatakan organisasi tersebut lahir dari semangat kekeluargaan, profesionalisme, dan perjuangan untuk memajukan pendidikan Indonesia yang merdeka, berkualitas dan berkarakter.
"Sulbar membutuhkan guru-guru yang tidak hanya cakap secara pedagogis, tetapi juga matang secara emosional, spiritual dan sosial," katanya.
Harsinah juga mengajak seluruh pimpinan dinas pendidikan, pengurus PGRI dan seluruh elemen pendidikan untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang mendukung kesejahteraan guru dan pengembangan kompetensi berkelanjutan.
Menurutnya, ketika guru dihargai, dilindungi, dan diberikan ruang untuk berkembang, maka fondasi peradaban Sulbar yang Maju dan Malaqbi atau bermartabat akan semakin kuat.
Ia berharap pengukuhan tersebut menjadi awal langkah nyata yang lebih kolaboratif dan bermakna bagi masa depan pendidikan di seluruh wilayah Sulawesi Barat.
"Semoga pengabdian kita menjadi ibadah, ilmu yang kita sebarkan menjadi amal jariyah, dan generasi yang kita didik menjadi penyejuk bagi nusa dan bangsa," kata Harsinah.