- Bripda Dirja Pratama meninggal dunia di Makassar pada 22 Februari 2026 setelah sempat dirawat intensif.
- Kapolda Sulawesi Selatan memastikan peristiwa tersebut merupakan kasus penganiayaan yang terjadi di Asrama Ditsamapta.
- Pihak kepolisian resmi menetapkan senior berinisial P sebagai tersangka dan memeriksa enam personel kepolisian lainnya.
Namun, pimpinan tidak langsung mempercayai laporan tersebut.
7. Kapolda Pastikan Ada Penganiayaan
Kapolda Sulsel, Djuhandhani Rahardjo Puro, memastikan telah terjadi penganiayaan di barak.
“Kurang dari 24 jam kita menetapkan satu tersangka,” tegasnya.
8. Satu Tersangka Ditetapkan
Baca Juga:Misteri Darah di Mulut Bripda Dirja Pratama Terjawab, Senior Resmi Tersangka
Seorang senior korban berinisial P telah ditetapkan sebagai tersangka dalam waktu kurang dari 24 jam sejak kejadian.
9. Terjadi di Asrama Ditsamapta
Peristiwa dugaan penganiayaan berlangsung di Asrama Ditsamapta Polda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.
10. Enam Personel Diperiksa
Kabid Propam Polda Sulsel, Zulham Effendy, menyebut sedikitnya enam anggota telah diperiksa dan jumlahnya bisa bertambah.
Baca Juga:Jejak Karier AKP Arifan Efendi, Kasat Narkoba Toraja Utara Diduga Terima Rp13 Juta Dari Bandar
11. Keluarga Temukan Darah Keluar dari Mulut
Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, mengungkapkan adanya darah keluar dari mulut Dirja.
Beberapa jam sebelum kejadian, korban masih sempat menelepon ibunya dan tidak mengeluhkan sakit apa pun.
12. Jadi Sorotan Publik
Kasus ini menyita perhatian karena melibatkan sesama anggota kepolisian dan terjadi di lingkungan internal institusi.
Di tengah komitmen reformasi dan penegakan disiplin, peristiwa ini menjadi ujian serius bagi transparansi dan integritas penanganan hukum di tubuh kepolisian.