- Industri nasional memiliki 342 galangan kapal dengan kapasitas produksi 1.242 unit per tahun, tetapi utilisasi rendah karena minimnya pesanan.
- Polemik muncul karena Kemenkeu mempertanyakan kurangnya serapan order domestik, sementara KKP menyebut dana pembangunan kapal berasal dari pinjaman Inggris.
- Ada potensi besar peremajaan 2.491 kapal tua, namun tantangan struktural seperti ketergantungan impor bahan baku perlu segera diatasi.
5. Impor Kapal Bekas Jadi Sorotan
Salah satu kritik utama Purbaya adalah kebijakan yang masih membuka ruang impor kapal bekas.
Hal ini disebut menggerus permintaan kapal produksi dalam negeri.
Padahal Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan wilayah laut yang luas.
Baca Juga:Purbaya: Orang Kita Jago, Cuma Nggak Dikasih Kesempatan..
6. Ada 2.491 Kapal Tua yang Harus Diganti
Presiden disebut telah menyampaikan bahwa ada 2.491 kapal berusia lebih dari 25 tahun yang perlu diremajakan.
Ini dinilai sebagai potensi demand besar bagi galangan nasional.
7. Anggaran Disebut Sudah Disiapkan
Purbaya menegaskan dana pengadaan kapal telah dialokasikan dalam APBN. Namun, menurutnya, realisasi order ke galangan dalam negeri belum terlihat.
Baca Juga:Trenggono Skakmat Purbaya: Yth Menteri Keuangan, Supaya Anda Paham dan Cerdas..
“Uangnya gua keluarin, ordernya enggak ada. Ini apa-apaan. Kita utang, dialokasi enggak dipakai,” katanya dalam FGD Kadin.
8. KKP Disebut Belum Serap Order
Dalam diskusi bersama pelaku industri, Purbaya sempat menanyakan apakah galangan sudah menerima order dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Jawaban peserta serempak: belum.
Pernyataan inilah yang memicu respons keras dari Menteri Trenggono.
9. Trenggono: Dananya dari Pinjaman Inggris
Menanggapi pernyataan Menkeu, Trenggono menegaskan bahwa dana pembangunan kapal berasal dari pinjaman luar negeri, yakni Pemerintah Inggris (UK).