SPBU Kehabisan Stok, Bensin Dijual Rp50 Ribu/Liter Akibat Blokade Jalan Luwu

Terhambatnya distribusi energi ini terjadi setelah aksi pemblokiran Jalan Trans Sulawesi oleh mahasiswa dan masyarakat

Muhammad Yunus
Senin, 26 Januari 2026 | 18:30 WIB
SPBU Kehabisan Stok, Bensin Dijual Rp50 Ribu/Liter Akibat Blokade Jalan Luwu
Ilustrasi: Sejumlah pengendara antre di jalan raya untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Kampak, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (11/12/2021). [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Pemblokiran Jalan Trans Sulawesi sejak 23 Januari 2026 oleh demonstran menyebabkan krisis stok BBM dan LPG di Luwu Raya.
  • Dampak langsung pemblokiran adalah SPBU kehabisan stok dan harga bensin eceran melonjak drastis hingga Rp50 ribu per liter.
  • Pertamina meminta bupati Luwu Raya bernegosiasi agar distribusi energi melalui jalur yang ditutup dapat segera dibuka.

SuaraSulsel.id - Puluhan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan ratusan pangkalan LPG di wilayah Luwu Raya kini berada dalam kondisi krisis stok.

Terhambatnya distribusi energi ini terjadi setelah aksi pemblokiran Jalan Trans Sulawesi oleh mahasiswa dan masyarakat yang menuntut pembentukan Provinsi Luwu Raya sejak Jumat, 23 Januari 2026.

Aksi tersebut membuat jalur utama penghubung Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah lumpuh total.

Tidak satu pun kendaraan diizinkan melintas, termasuk mobil tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG.

Baca Juga:Dari Janji Soekarno Hingga Blokade: Mengapa Tuntutan Provinsi Luwu Raya Mendesak di 2026?

Akibatnya, suplai energi ke wilayah Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur tersendat sejak akhir pekan lalu.

Dampaknya langsung terasa. SPBU kehabisan stok, harga bensin eceran melonjak hingga Rp50 ribu per liter, dan pasokan bahan pokok terganggu.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bahkan mengambil langkah khusus dengan menyurati para bupati di wilayah Luwu Raya.

Perusahaan meminta pemerintah daerah ikut bernegosiasi dengan massa aksi agar akses jalan dibuka setidaknya untuk kendaraan pengangkut BBM dan LPG, demi mencegah krisis energi yang lebih luas.

Sales Area Manager Sulselbar Pertamina Patra Niaga, Rainier Axel Siegfried Gultom mengakui kondisi stok di sejumlah daerah sudah berada pada titik kritis.

Baca Juga:Miris! Pohon Durian Musangking Hanya Dihargai Rp143 Ribu di Sengketa Lahan Luwu Timur

Terutama di wilayah yang jaraknya jauh dari depot pengisian seperti Luwu Utara dan Luwu Timur.

"Iya, kondisi stok sudah kritis," ujar Rainier Axel saat dikonfirmasi, Senin, 25 Januari 2026.

Ia merinci terdapat 19 SPBU yang bergantung pada jalur distribusi di Luwu Utara dan Luwu Timur.

Selain itu, terdapat dua Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Luwu Utara, 13 agen LPG yang melayani Luwu Utara dan Luwu Timur, serta sekitar 700 pangkalan LPG yang terdampak langsung akibat terhentinya distribusi.

Kata Rainier, sejak massa menutup akses jalan, penyaluran BBM dan LPG praktis terhenti.

Hingga Senin sore, mobilisasi armada mulai dibuka secara perlahan sembari menunggu pembersihan jalur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini