- Cap tangan di Gua Liang Metanduno, Muna, Sulawesi Tenggara, adalah seni batu tertua dunia berusia 67.800 tahun.
- Seni unik itu dibuat dengan pigmen merah, memiliki ujung jari menyerupai cakar binatang, dan dipublikasikan di jurnal Nature.
- Penemuan ini mengonfirmasi keberadaan Homo sapiens di Nusantara dan jalur migrasi awal menuju Australia.
2. Jalur Migrasi ke Australia: Memperkuat teori bahwa populasi awal manusia yang mendiami Australia berasal dari gelombang migrasi yang melewati wilayah Indonesia jauh lebih awal dari perkiraan sebelumnya.
![Peneliti mengungkap bahwa cap tangan kuno yang ditemukan di Gua Liang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, merupakan seni batu (rock art) tertua di dunia [Suara.com/BRIN/GRIFFITH UNIVERSITY]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/22/87709-seni-cadas-gua-liang-metanduno.jpg)
Warisan Dunia di Tanah Muna
Sebelum penemuan ini mencuat, situs Liang Metanduno sebenarnya sudah cukup dikenal oleh wisatawan berkat lukisan gua yang berusia sekitar 4.000 tahun.
Namun, dengan terungkapnya lapisan seni yang jauh lebih tua ini, status Indonesia sebagai pemilik warisan prasejarah paling penting di dunia semakin tak tergoyahkan.
Baca Juga:Intip 9 Museum Paling Keren di Sulawesi Selatan yang Bikin Kamu Melek Sejarah
Penemuan ini menjadi pengingat pentingnya pelestarian situs-situs arkeologi di wilayah Wallacea, yang ternyata menyimpan kunci utama sejarah perjalanan umat manusia di muka bumi.
![Peneliti mengungkap bahwa cap tangan kuno yang ditemukan di Gua Liang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, merupakan seni batu (rock art) tertua di dunia [Suara.com/BRIN/GRIFFITH UNIVERSITY]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/22/74920-seni-cadas-gua-liang-metanduno.jpg)