Jufri Rahman: Forum Industri Jasa Keuangan Bisa Menentukan Arah Ekonomi Sulsel ke Depan

Memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah

Muhammad Yunus
Selasa, 10 Maret 2026 | 13:46 WIB
Jufri Rahman: Forum Industri Jasa Keuangan Bisa Menentukan Arah Ekonomi Sulsel ke Depan
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman menghadiri kegiatan silaturahmi yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama OJK dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat di Ballroom Sultan Hasanuddin Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Senin, 9 Maret 2026 [SuaraSulsel.id/Humas Pemprov Sulsel]
Baca 10 detik
  • Sekda Sulsel Jufri Rahman menghadiri buka puasa bersama OJK dan FKIJK pada 9 Maret 2026, mengapresiasi peran strategis forum tersebut.
  • FKIJK dinilai efektif sebagai wadah koordinasi industri keuangan untuk menyelesaikan isu dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
  • Data Januari 2026 menunjukkan aset perbankan Sulsel Rp212,19 triliun; investor pasar modal tumbuh 31,23 persen.

SuaraSulsel.id - Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman menghadiri kegiatan silaturahmi yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama OJK dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat di Ballroom Sultan Hasanuddin Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Senin, 9 Maret 2026.

Kegiatan ini mempertemukan regulator, pelaku industri jasa keuangan, serta pemerintah daerah dalam suasana kebersamaan Ramadan untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sekda Sulsel Jufri Rahman mengapresiasi keberadaan FKIJK yang dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan sektor keuangan di daerah.

"Organisasi ini yang akan menentukan arah ekonomi Sulawesi Selatan dan Indonesia kedepan. Kalau semua anggota forum merumuskan kebijakan, insya Allah apa yang diinginkan pemerintah bisa terwujud," ungkapnya.

Baca Juga:Gubernur Sulsel Dukung Program Jembatan Gantung Presiden Prabowo untuk Akses Warga

Ia menilai forum tersebut menjadi ruang koordinasi yang efektif bagi pelaku industri keuangan untuk bertukar informasi sekaligus mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan yang muncul dalam sektor keuangan.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kami mengapresiasi yang telah dilakukan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dan peran serta dari OJK," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jufri juga menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap keberadaan forum komunikasi industri jasa keuangan tersebut.

Menurutnya, FKIJK tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga sarana penting untuk memperkuat koordinasi antar pelaku industri keuangan di bawah pengawasan OJK.

"FKIJK itu kan komunitas, dan saya kira itu keberadaannya sangat positif. Kenapa? Karena disamping OJK ini mengawasi bisnis perbankan dan bisnis keuangan, tentu komunitas ini juga menjadi ajat silaturahmi, saling berbagi info, dan seterusnya," jelasnya.

Baca Juga:Segera Cair! Rp54,6 Miliar Digelontorkan untuk Pelebaran Jembatan Maros

Ia menambahkan, forum tersebut juga dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di sektor keuangan melalui komunikasi yang terbuka dan kolektif.

"Sehingga persoalan-persoalan sulit yang mungkin kalau tidak dibicarakan secara kolegal, bisa menjadi lebih rumit lagi dengan melalui keberadaan FKIJK ini bisa dijadikan sarana untuk penyelesaian," tambahnya.

Menurut Jufri, peran OJK bersama pelaku industri jasa keuangan sangat penting dalam mendorong peningkatan inklusi keuangan serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Sejalan dengan itu, kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan juga menunjukkan tren positif.

Data terbaru per Januari 2026 menunjukkan total aset perbankan di Sulsel mencapai Rp212,19 triliun, dengan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp145,27 triliun dan penyaluran kredit mencapai Rp173,03 triliun.

Pertumbuhan kredit tercatat 5,56 persen secara tahunan (year on year) dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 3,76 persen, yang menunjukkan risiko kredit masih terkendali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini