"Kita akan terus berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif agar tradisi-tradisi baik ini dapat terus hidup dan berkembang," tandasnya.
Menurut dia Festival Bubur Suro bukan hanya sekadar ajang makan bersama, melainkan juga wadah untuk mempererat tali silaturahim, memupuk semangat persatuan, serta melestarikan tradisi leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Sementara Kades Curuggoong, Juhaeni Jajuli, mengapresiasi antusiasme masyarakat meramaikan Festival Bubur Suro dalam rangka memperingati 10 Muharam 1447 Hijriah.
"Festival Bubur Suro ini supaya melestarikan budaya gotong royong di kalangan masyarakat, sehingga kita bisa kompak bersatu untuk selalu berbuat kebaikan ke depannya," ucapnya.
Baca Juga:Selvi Ananda Dua Kali Salah: Sulawesi Disebut Sumatera, Ini Reaksi Hadirin