Polisi Tangkap Petta Bau, Pimpinan Aliran Tarekat Ana Loloa di Maros

Masyarakat merasa resah dengan keberadaan kelompok tersebut

Muhammad Yunus
Rabu, 02 April 2025 | 10:58 WIB
Polisi Tangkap Petta Bau, Pimpinan Aliran Tarekat Ana Loloa di Maros
Penggerebekan aliran sesat di Maros [SuaraSulsel.id/ANTARA]

Dalam penggerebekan ini, polisi mengamankan beberapa barang bukti, termasuk senjata tajam berupa keris dan berbagai aksesoris yang disebut sebagai pusaka.

“Yang bersangkutan merupakan pendiri dari Tarekat Ana Loloa itu dan empat orang lainnya dijemput anggota di salah satu rumah warga setempat. Barang bukti berupa senjata tajam jenis keris dan aksesorisnya yang disebut pusaka sudah diamankan,” tambah Aditya.

Ajaran Menyimpang: Rukun Islam 11 dan Haji di Gunung Bawakaraeng

Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa ajaran yang disebarkan oleh kelompok ini menyimpang dari ajaran Islam yang umum dianut di Indonesia.

Baca Juga:Jumlah Zakat Fitrah dan Fidyah di Kabupaten Maros Tahun 2025

Salah satu ajaran kontroversial mereka adalah menambahkan Rukun Islam menjadi 11, padahal dalam Islam hanya terdapat lima Rukun Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, setiap pengikut kelompok ini diwajibkan untuk membeli benda pusaka sebagai syarat masuk surga.

Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bonto-Bonto, Marzuki, juga mengonfirmasi adanya ajaran tersebut.

“Pengikutnya wajib membeli pusaka, itu syaratnya karena akan dipakai di akhirat nanti,” ungkap Marzuki.

Tak hanya itu, kelompok ini juga mengajarkan bahwa ibadah haji tidak harus dilakukan di Mekah, Arab Saudi.

Baca Juga:Pos Polisi Makassar Dilempar Bom Molotov

Mereka mengklaim bahwa ibadah haji yang sah justru harus dilakukan di puncak Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

“Naik haji katanya tidak sah di Tanah Suci Mekah, kecuali di tanah Gunung Bawakaraeng,” tambah Marzuki.

Dampak Ajaran: Larangan Membangun Rumah dan Kehidupan Sehari-hari

Selain ajaran tentang haji dan Rukun Islam, kelompok ini juga memiliki aturan lain yang berdampak pada kehidupan sehari-hari para pengikutnya.

Salah satunya adalah larangan membangun rumah. Para pengikut diajarkan bahwa membangun rumah tidak diperlukan karena dunia akan segera kiamat.

Menurut pengakuan warga, banyak pengikut kelompok ini yang menghabiskan uang mereka untuk membeli benda pusaka yang diyakini sebagai bekal di akhirat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini