Padahal, Yuli menjadi saksi kehadiran PAUD binaan Astra di lorong tersebut sangat membantu anak-anak sekitar.
Mereka bisa bermain sambil belajar tanpa harus khawatir soal biaya Pendidikan sebelum masuk ke Sekolah Dasar (SD).
Saya lalu mencari keberadaan Bank Sampah Burasa.
Di tengah cuaca Makassar bersuhu 34° siang itu memang paling nikmat mencari makanan berkuah seperti bakso. Apalagi jika ada Burasa. Nyamanna...!
Baca Juga:BRI Green Financing Menjadi Pilihan Tepat untuk Kamu yang Pilih Rumah Ramah Lingkungan
Tapi rupanya kita tidak sedang membicarakan makanan. Burasa yang dimaksud merupakan akronim dari Budaya Rappocini Sehat dan Aman. Program sosial berkelanjutan dari Astra.
Dulu, Bank Sampah Burasa sangat dikenal karena inovasinya. Sejumlah penghargaan mereka terima, bahkan jadi lokasi studi tiru dari daerah lain.
"Anak kami bisa sekolah karena sampah. Itu berkat binaan dari Astra dan memang kami sangat merasakan manfaatnya," kata Eks Direktur Bank Sampah Burasa Agangta', Haji Dana saat ditemui, Senin, 21 Oktober 2024.
Dana dan sejumlah ibu-ibu di lorong itu pun lebih produktif. Selain memberi manfaat secara ekonomi, kondisi lorong juga jauh lebih bersih.
"Kami juga dibantu dan dibina untuk membentuk Bank Minyak Jelantah. Warga datang bawa minyak bekasnya ke sini, nanti ada perusahaan yang datang beli dan ditukar dengan yang baru. Jadi lebih sehat dan mengurangi limbah," sebutnya.
Sayangnya, bank sampah yang dikelola Dana terpaksa harus tutup pada tahun 2020. Lokasi mereka digusur oleh perumahan elit.
Baca Juga:Pj Gubernur Sulawesi Selatan Ajak Masyarakat Pulihkan dan Lestarikan Lingkungan
"Pas perumahan masuk, lokasi kita digusur terpaksa berhenti. Kami sempat berpindah, tapi warga sudah tidak antusias seperti di awal akhirnya tutup," keluhnya.