Namun, DPD Golkar juga belum tahu pasti kenapa Suhartina dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh KPU.
"Belum kita tahu. Dia itu rajin check up," kata La Kama.
Ia mengatakan saat mengikuti tes kesehatan, Suhartina dalam kondisi sehat dan bugar. La Kama membantah jika Suhartina mengonsumsi narkoba.
"Mungkin ada hal lain, bisa saja salah ceklis dokternya. Kita belum tahu kepastiannya. Masa dia persiapkan diri maju wakil Bupati dia konsumsi itu," tegasnya.
Baca Juga:Bakal Calon Wakil Bupati Maros Andi Suhartina Positif Narkoba? Ini Penjelasan Resmi KPU
"Kalau narkoba deteksinya minimal enam bulan masih ada reaksinya kalau dia pakai itu. Jadi tidaklah. Itu bunuh diri namanya," sebut La Kama.
Diketahui, bakal Paslon Chaidir-Suhartina adalah petahana pada Pilkada Maros 2024 dan akan melawan kotak kosong.
Pasangan ini diusung 16 parpol yaitu PAN, Golkar, PDIP, Nasdem, Gelora, Hanura, PPP, PKS, Perindo, Gerindra, PBB, PKB, PSI, Partai Buruh, PKN, dan Demokrat.
Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari Suhartina Bohari terkait keputusan KPU yang menolak pencalonannya karena alasan kesehatan.
Sosok Suhartina Bohari
Baca Juga:Belum Ada Lawan, KPU Maros Perpanjang Pendaftaran Bakal Calon Bupati
Suhartina Bohari lahir di Maros pada 13 Juli 1981. Saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Maros.