Perjuangan Menuju TPS Desa Muara Sampara Kabupaten Konawe, Menyusuri Sungai dengan Perahu Rakit

Satu-satunya akses menuju ke desa tersebut adalah menggunakan perahu pincara

Muhammad Yunus
Selasa, 13 Februari 2024 | 16:15 WIB
Perjuangan Menuju TPS Desa Muara Sampara Kabupaten Konawe, Menyusuri Sungai dengan Perahu Rakit
Petugas pemungutan Kecamatan (PPK) membawa logistik Pemilu menggunakan perahu pincara ke Desa Muara Sampara, Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (12/2/2024) [Suara.com/Antara]

Akses transportasi ke Desa Muara sangat susah karena jumlah perahu pincara sangat terbatas. Semua telah dibagi bergiliran, sehingga pincara bergerak sesuai antrean. Waktu menunggu untuk pendistribusian logistik kadang lebih lama dibanding waktu untuk menyeberang. Belum lagi persoalan cuaca yang akhir-akhir ini yang cukup ekstrem dan sulit diprediksi.

Contohnya, sekitar satu minggu yang lalu salah seorang warga desa menggelar pesta tetapi seketika hujan deras dan angin kencang datang merobohkan tenda yang didirikan untuk acara.

Berdasarkan pengalaman itu, PPS di Desa Muara Sampara cukup khawatir, sebab 2 tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di desa ini semuanya menggunakan tenda. PPS juga sudah berkoordinasi dengan Panwascam guna mengantisipasi kemungkinan terburuk dengan memindahkan TPS ataupun cara lain yang disepakati bersama dengan para saksi selama itu tidak melanggar aturan yang ada.

Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Desa Muara Sampara sebanyak 358 pemilih. Warga desa ini bersama seluruh masyarakat di Sulawesi Tenggara dan Indonesia, pada 14 Februari 2024 akan mendatangi TPS untuk menyalurkan hak pilihnya.

Baca Juga:Aliran Air Bersih Warga Pangkep Diputus Karena Perbedaan Pilihan Politik, Kepala Desa Juga Ancam Stop Layani Warga

Pendistribusian logistik

Pendistribusian logistik pemilu ke Desa Muara Sampara merupakan bagian dari kegiatan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara ke berbagai wilayah, termasuk mendistribusikan logistik Pemilu 2024 di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Provinsi Sulawesi Tenggara terletak di tenggara Pulau Sulawesi, dan secara geografis terletak di bagian selatan garis khatulistiwa. Provinsi ini mempunyai wilayah daratan seluas 38.140 kilometer persegi dan perairan (laut) seluas 110.000 kilometer persegi.

Sulawesi Tenggara awalnya merupakan nama salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara (Sulselra) dengan Baubau sebagai ibu kota kabupaten. Sulawesi Tenggara ditetapkan sebagai Daerah Otonom berdasarkan Perpu No. 2 tahun 1964 Juncto UU No.13 Tahun 1964. Pada 27 April 1964 adalah hari lahirnya Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pendistribusian logistik Pemilu seperti kotak suara dan surat suara dari KPU Kabupaten/Kota ke kecamatan dan desa dilakukan melalui jalur darat, penyeberangan laut atau sungai.

Baca Juga:Pj Gubernur Sulsel Sudah Urus Pindah Lokasi Memilih, Ini TPS Bahtiar Baharuddin

Ketua KPU Sulawesi Tenggara, Asril, mengatakan bahwa pendistribusian logistik dilakukan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) guna mengetahui prakiraan cuaca, apakah ada potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan gelombang tinggi di wilayah perairan yang akan dituju.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini