Perputaran Uang Meningkat Tajam Selama Masa Kampanye di Sulawesi Selatan, Capai Rp846 Miliar

Masa kampanye identik dengan perputaran uang yang lebih besar

Muhammad Yunus
Selasa, 06 Februari 2024 | 15:25 WIB
Perputaran Uang Meningkat Tajam Selama Masa Kampanye di Sulawesi Selatan, Capai Rp846 Miliar
Politisi Gerindra sekaligus ketua TKD Prabowo-Gibran di Kota Parepare, Sulawesi Selatan terekam membagi-bagikan uang saat kampanye, Minggu, 4 Februari 2024 [SuaraSulsel.id/Istimewa]

SuaraSulsel.id - Masa kampanye identik dengan perputaran uang yang lebih besar. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan mencatat peredaran uang selama musim kampanye mencapai Rp846 miliar.

Hal tersebut diungkapkan Deputi Head Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan, Rudy Bambang Wijanarko di Makassar, Selasa, 6 Februari 2024.

"Aliran uang keluar selama kampanye Rp864 miliar. Terdiri dari Rp848, 91miliar pecahan besar dan pecahan kecil 15,74 miliar," ujarnya.

Rudy mengatakan peningkatan jumlah uang keluar atau outflow selama musim kampanye di Sulawesi Selatan meningkat drastis. Faktor lainnya karena musim Pemilu bersamaan dengan perayaan Imlek.

Baca Juga:Ketua TKD Prabowo-Gibran Bagi-bagi Uang Saat Kampanye, Ini Respons Bawaslu

Bank Indonesia memproyeksi peredaran uang tunai di Sulsel bisa mencapai Rp1,26 triliun menjelang pencoblosan. Angka ini tumbuh positif 45,6 persen dari Pemilu tahun 2019.

"Ini yang membuat transkasi pembayaran semakin meningkat karena bersamaan dengan hari raya Imlek," ucapnya.

Rudi berharap dengan tingginya perputaran uang kartal di Sulsel tersebut bisa memicu peningkatan konsumsi masyarakat.

"Yang paling naik selama kampanye itu industri perhotelan dan makan minum," ucapnya.

Sementara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda menambahkan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan diproyeksi naik pada triwulan 1 tahun 2024 antara 4,5 hingga 5,2 persen.

Baca Juga:Realisasi Belanja Negara di Sulawesi Selatan Mencapai Rp54,53 Triliun

Saat ini, kondisi perekonomian di Sulsel hanya 4,51 persen. Artinya tumbuh melambat dibanding pertumbuhan nasional yang mencapai 5,05 persen.

"Rapor Sulsel saat ini merah. Paling rendah di semua provinsi di Sulampua. Pertumbuhannya hanya 4,51 persen. Yang tertinggi itu Maluku Utara dan Papua," ucapnya.

Namun menurutnya, musim Pemilu di bulan Januari-Februari, kemudian bulan ramadan di bulan Maret bisa mendongkrak tingkat konsumsi rumah tangga. BI memproyeksi perekonomian Sulsel bisa pulih lagi di triwulan I.

"Bisa menaikkan sektor perdagangan, akomodasi, termasuk industri makan minum tentu naik karena adanya mobilitas masyarakat yang tinggi," ucapnya.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini