KPK Ubrak Abrik Rumah Dinas Syahrul Yasin Limpo, Pengamat Ungkap Hal Mengejutkan

Kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo

Muhammad Yunus
Senin, 02 Oktober 2023 | 14:42 WIB
KPK Ubrak Abrik Rumah Dinas Syahrul Yasin Limpo, Pengamat Ungkap Hal Mengejutkan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Instagram/@syasinlimpo)

SuaraSulsel.id - Kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) diprediksi tidak akan mempengaruhi elektabilitas bakal calon Presiden dan Wakil Presiden, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Ini diungkapkan Pengamat Politik Universitas Hasanuddin Makassar Profesor Sukri Tamma saat dikonfirmasi Senin, 2 Oktober 2023.

Sukri menilai, walau SYL merupakan ketua DPP Partai Nasdem, tapi kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian murni dilakukan secara personal.

Sehingga, hal tersebut tidak akan berpengaruh banyak terhadap elektabilitas paslon yang diusung Partai Restorasi itu.

Baca Juga:Mengaku Belum Terima Surat Panggilan, Febri Diansyah Janji Bakal Datang Ke KPK

"Kecuali untuk elektabilitas partai pasti ada pengaruhnya," jelasnya.

Menurut Sukri, elektabilitas Anies-Cak Imin malah bisa jadi meningkat. Sebab, masyarakat menilai kasus ini malah dimunculkan ke publik menjelang Pilpres.

Sebelumnya, menteri asal Partai NasDem tersandung kasus rasuah. Setelah Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G.Plate, kini giliran Menteri Pertanian yang dibidik KPK.

"Saya kira elektabilitas Anies dan Cak Imin tidak terlalu berpengaruh karena kasus ini. Kalaupun ada permasalahan (di partai Pendukung), tapi tidak bakal terpengaruh karena tidak terkait dengan dua kandidat ini (Anies-Cak Imin)," ujarnya.

Berbeda jika yang bermasalah secara hukum adalah Anies atau Cak Imin. Menurut Sukri, tentu, pamor kedua sosok itu jatuh di mata masyarakat.

Baca Juga:Syahrul Yasin Limpo Kepergok Pakai Kacamata Mirip Merek Dior Seharga Rp7,4 Juta, Sebanding Untuk Menteri?

Menunggu Sikap Nasdem

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini