5 Istana Raja di Sulawesi Selatan, Keindahannya Membawa Wisatawan ke Masa Lampau

Indonesia punya banyak sisa peninggalan kerajaan. Begitu juga di Sulawesi Selatan.

Muhammad Yunus
Senin, 11 September 2023 | 13:48 WIB
5 Istana Raja di Sulawesi Selatan, Keindahannya Membawa Wisatawan ke Masa Lampau
Balla Lompoa, istana raja di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kini dijadikan museum [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara Tambing]

SuaraSulsel.id - Salah satu destinasi wisata sejarah yang dapat anda kunjungi di Sulawesi Selatan adalah istana raja. Selain bisa berlibur, juga menambah wawasan.

Mengingat dulunya Indonesia terdiri atas berbagai kerajaan. Sebelum tergabung sebagai negara kesatuan, tentunya bukan tanpa alasan kalau Indonesia punya banyak sisa peninggalan kerajaan. Begitu juga di Sulawesi Selatan.

Selain bentuk arsitekturnya yang unik, istana sering dikunjungi wisatawan untuk wisata edukasi karena memiliki nilai sejarah. Setiap istana juga punya sejarah yang berbeda-beda.

Mengutip dari berbagai sumber, ini dia daftar istana raja di Sulawesi Selatan yang menarik untuk dikunjungi.

Baca Juga:Viral Cowok Nangis Gegara Listrik Padam di Pangkep Sulsel: Belasan Ikan Koi Jumbo Mati

1. Istana Balla Lompoa

Balla Lompoa terletak di jalan Sultan Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Bangunan ini didirikan pada tahun 1934 setelah pengangkatan Raja Gowa ke-XXXV I Mangimangi Daeng Matutu Karaeng Bontonompo yang bergelar Sultan Muhammad Tahir Muhibuddin.

Balla Lompoa dulunya merupakan kediaman para raja sekaligus pusat pemerintahan. Bangunan ini sebagai penolakan terhadap salah satu ayat Perjanjian Bongaya antara pemerintah Belanda dan kerajaan Gowa.

Pihak kerajaan Gowa keberatan atas pernyataan Belanda yang menyatakan bahwa gerbang-gerbang dan tembok pertahanan raja Gowa harus dimusnahkan. Raja Gowa tidak boleh lagi mendirikan bangunan tanpa izin kompeni.

Raja Gowa bahkan dilarang mendirikan perkampungan dan rumah sampai jauhnya satu hari perjalanan dari pinggir laut. Selain itu tidak boleh mendirikan benteng atau kubu pertahanan, kecuali Fort Rotterdam.

Baca Juga:Kisah Mantan Penjual Racun Tikus Jadi Gubernur Sulawesi Selatan

Pusat kerajaan Gowa kemudian dipindahkan dari Jongaya ke Sungguminasa. Selama berdiri, hanya ada dua raja yang menempati istana tersebut. Yakni Raja Gowa ke 35, lalu pemegang tahta jatuh kepada Andi Ijo Daeng Mattawang Karaeng Lalolang Sultan Muhammad Kadir Aidir, sekaligus Bupati Gowa pertama.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini