Dokter ahli forensik RS Bhayangkara Makassar Deny Mathius dalam rilis pengungkapan kasus itu menyatakan bahwa hasil yang ditemukan dari foto rontgen dan pemeriksaan luar CT scan terdapat beberapa luka di tubuh korban yang disebabkan oleh benda tumpul.
Selain luka memar, kata dokter Deny, termasuk ada kondisi patah tulang di tubuh korban. Patah tulang di sekitar panggul sisi kiri, kemudian paha kiri sampai lengan kiri, kanan juga ada, sampai patah tulang tertutup atau yang terbuka. Ruas-ruas tulang belakang juga dan tulang ekor itu juga ada patah
SMP Athirah dukung polisi ungkap kasus
Manajemen Sekolah Islam Athirah menyerahkan penyelidikan kasus tersebut kepada kepolisian setempat mulai dari Polsek hingga ditangani Polrestabes Makassar.
Baca Juga:Kumpul Bukti Dugaan Siswa SMP Athirah Makassar Dibunuh, Keluarga Minta Bantuan Pemuda Pancasila
"Kami sangat terbuka untuk membantu pihak kepolisian dengan membuka akses selebar-lebarnya, menyediakan saksi-saksi yang dibutuhkan, hingga seluruh barang bukti tanpa ada intervensi siapa pun," kata Direktur Sekolah Islam Athirah Syamril melalui siaran persnya.
Manajemen Sekolah Islam Athirah juga terus menjaga komunikasi dengan keluarga korban. Pihaknya, bahkan telah berkomunikasi dengan orang tua, berbicara terbuka dari hati ke hati.
Sekolah Islam Athirah percaya pihak kepolisian dapat bertindak profesional untuk menyingkap kasus itu seterang-terangnya.
"Kami sangat merasakan kehilangan. Kami memiliki komitmen yang sama, menyerahkan sepenuhnya peristiwa ini kepada pihak kepolisian," katanya.
Pihaknya minta masyarakat menahan diri tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. (Antara)
Baca Juga:Perjalanan Kasus Kematian Siswa SMP Athirah: Disebut Janggal, Kini Tiba-tiba Disetop Polisi