Rekaman CCTV Siswa SMP Athirah Makassar Masuk Sekolah Hingga Ditemukan Meninggal Dibuka, Keluarga Cari Keadilan

Sejumlah guru, pengelola sekolah, hingga siswa-siswi SMP kaget atas peristiwa itu

Muhammad Yunus
Selasa, 06 Juni 2023 | 13:37 WIB
Rekaman CCTV Siswa SMP Athirah Makassar Masuk Sekolah Hingga Ditemukan Meninggal Dibuka, Keluarga Cari Keadilan
Ayah korban BNY, Benny Yusuf Nurdin (tengah) bersama istrinya Jane Riatri Timbonga (kanan) serta penasihat hukumnya Andi Radja (kiri) menggelar konferensi pers terkait kematian misteri anaknya di sekolah SMP Athirah, di kediamannya kompleks Goysen Jalan Aroepala Makassar, Sulawesi Selatan [SuaraSulsel.id/ANTARA]

"Tidak ada masalah dengan anak saya. Ini yang saya mau luruskan, tidak ada kerenggangan. Pendapat orang di luar sana tidak benar, hanya sepihak, tidak melihat dari dalam, hanya dari luar. Saya berharap kasus kematian anak saya diungkap secara terang benderang oleh kepolisian," katanya.

Kejanggalan jelang korban tewas

Sementara itu, ibu kandung korban, Jane Riatri Timbonga, mengungkapkan, menjelang kematian anaknya, ia sempat berkomunikasi pada Rabu (24/5) pukul 08.34 Wita dan menelponnya bahwa sudah sampai sekolah.

Kendati korban awalnya tidak ingin masuk sekolah, dan memberi tahu wali kelasnya dengan alasan sakit, ia akhirnya tetap pergi ke sekolah.

Baca Juga:Kumpul Bukti Dugaan Siswa SMP Athirah Makassar Dibunuh, Keluarga Minta Bantuan Pemuda Pancasila

"Waktu itu, dia menelpon, saya bilang kalau memang sudah sampai, tolong fotokan (swafoto) (untuk) Mama, tapi langsung dia tutup. Sejak itu tidak ada komunikasi lagi. Waktu kejadian, ada chat ditunjukkan Fatimah Kalla, anaknya tidak mau pergi sekolah, tapi tidak saya perhatikan karena fokus anak saya masih di lapangan. Tiga hari setelah kejadian, saya ditunjukkan suami saya, barulah kuingat, (chat)," ungkapnya.

Meski demikian, ungkap Jane, dari chat media sosial yang dikirimkan pihak sekolah melalui suaminya lalu diperlihatkan, ia menduga ada "yang lain", terlihat ganjil dan bahasanya tertata, tidak seperti chat biasanya, sebab ia tahu persis karakter tulisan anaknya melalui chat.

"Saya tahu anak saya bagaimana, saya yakin 100 persen bahwa itu bukan tulisan anak saya. Saya tahu anak saya pandainya dan mengikuti saya, sains. Saya tahu anak saya tidak pandai berkata-kata, menyusun kata yang ada di chat itu," ujar Jane, yang juga guru, sembari meneteskan air mata.

Jane sangat berharap keadilan dan pengungkapan kematian anaknya segera ditegakkan aparat penegak hukum.

Walaupun sudah ada kesimpulan dari kepolisian bahwa anaknya diduga bunuh diri, sampai kini pihak keluarga belum menerima sepenuhnya kesimpulan itu.

Baca Juga:Perjalanan Kasus Kematian Siswa SMP Athirah: Disebut Janggal, Kini Tiba-tiba Disetop Polisi

Karena ada banyak kejangggalan dan keganjilan yang belum diselidiki penyidik polisi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini