"Ada pula penilaian rekam jejak yaitu, penilaian latar belakang calon 10 orang ini dengan format yang ada dari Kementerian PAN RB. Yaitu pengalaman jabatan tingkat pendidikam dan tambahan pendidikan struktural yang mereka sudah ikuti," ungkapnya.
Dari hasil itu, tiga peserta yang mendapat nilai tertinggi yakni Andi Taufik dengan nilai 92,49 poin, Iqbal Suhaeb 89,91 poin dan Sukarniaty Kondolele 89,85 poin.
Sosok Sukarniaty Kondolele
Sukarniaty adalah satu-satunya perempuan yang lolos tiga besar dalam seleksi jabatan Sekda di Pemprov Sulawesi Selatan sepanjang sejarah. Ia mampu menyisihkan tujuh pejabat lainnya.
Baca Juga:Padahal Diajak 'Nikmat' di Atas Ranjang, Buya Yahya: Perempuan Keblinger Otaknya
Any, sapaannya, saat ini menjabat sebagai Kadisdukcapil Pemprov Sulawesi Selatan. Asam garam di dunia birokrat sudah dilaluinya.
Any diketahui memulai karirnya di Provinsi Papua. Ia pertama kali menjabat sebagai kepala seksi di Kanwil Departemen Pariwisata Pos dan Telekomunikasi (Parpostel).
"Saat ada aturan PP nomor 41 soal otonomisasi, lalu saya disuruh memilih antara Jakarta atau daerah asal, tapi saya pilih Makassar," ujarnya.
Di Makassar, Any malah terdampak mutasi. Jabatannya harus turun satu tingkat karena mengikuti peraturan yang berlaku.
Ia menjadi staf biasa di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Hingga akhirnya diangkat menjadi Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Museum Lagaligo.
Baca Juga:3 Nama Calon Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Mendagri Akan Pilih Satu Nama
Di sinilah karirnya jabatannya menanjak naik. Ia menghadirkan program "Gerakan Sayang Museum". Konsepnya adalah masyarakat bisa melihat museum dimana saja. Bahkan di dalam mal.