Mimpi Buruk Putin, Rusia Masuk Jurang Resesi Akibat Perang Ukraina

Rusia resmi mengalami resesi setelah ekonominya terjun bebas

Muhammad Yunus
Kamis, 17 November 2022 | 18:28 WIB
Mimpi Buruk Putin, Rusia Masuk Jurang Resesi Akibat Perang Ukraina
Asap hitam mengepul dari kebakaran akibat sebuah truk yang meledak di jembatan Kerch yang menghubungkan Krimea dan Rusia di semenanjung Kerch, Sabtu (8/10/2022). [Foto oleh AFP]

SuaraSulsel.id - Rusia resmi mengalami resesi setelah ekonominya terjun bebas hingga Produk domestik bruto (PDB)nya terjun bebas di angka 4 persen pada Kamis (17/11/2022).

PDB Rusia dilaporkan turun 4 persen pada kuartal ketiga di tahun ini yang membuat mimpi buruk bagi sang Presiden, Vladimir Putin.

Terlebih, Putin baru-baru ini tengah mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk mengobarkan perang di Ukraina.

Ekonomi Rusia telah mengalami penurunan besar dalam perdagangan. Setelah kekuatan pro-Ukraina memberlakukan sanksi yang menghancurkan atas invasi Ukraina.

Baca Juga:Presiden Prancis: KTT G20 Kirim Pesan Jelas Untuk Hentikan Perang Rusia - Ukraina

Penurunan ini juga mendapat pukulan setelah ratusan ribu orang Rusia yang diyakini pekerja berketerampilan tinggi kabur dari negaranya.

Hal itu tepat setelah Putin mengumumkan mobilisasi parsial. Karena mengalami kerugian besar akibat perang.

Menurut angka yang diterbitkan oleh Rossat, ekonomi Rusia berkontraksi sebesar 4,1 persen pada kuartal kedua tahun ini, sebelum stabil pada 4 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sesuai definisi resmi, dua kuartal berturut-turut pertumbuhan negatif merupakan resesi.

Seorang analis pasar senior di Capital Economics, Liam Perch menyebut penurunan akan semakin dalam di masa mendatang.

Baca Juga:Poin Penting Isi Deklarasi G20, Bahasan Konflik Rusia-Ukraina Paling Pelik

"Ada sedikit tanda dalam data bulanan terbaru dari pemulihan yang berkelanjutan dan kami pikir penurunan mungkin akan semakin dalam di Q4 dan Q1 karena mobilisasi cadangan baru-baru ini dan minyak UE. Embargo mengambil korban mereka," katanya, dikutip dari Express, Kamis (17/11/2022).

Namun, ada beberapa faktor yang mampu "menahan" dampak sanksi Barat terhadap ekonomi Rusia.

Rusia dapat terus mengekspor bahan bakar fosil ke Asia, namun tidak dengan volume dan harga setinggi dulu ketika berdagang dengan Eropa.

Rusia terus mengekspor minyak ke UE, meskipun menghentikan pasokan gas alam ke blok tersebut pada bulan September.

Dengan beberapa produsen bahan bakar fosil besar yang didukung negara menjadi pusat ekonomi Rusia, Putin secara luas dipandang mampu mendanai invasi ke Ukraina melalui pendapatan minyak dan gas.

Ekonom mengatakan bahwa impor ke China, Belarusia, dan Turki meningkat tajam pada kuartal ketiga tahun ini, dan sektor perbankan Rusia mampu stabil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini