Wartawan Dikeroyok di Kantor Dinas Dukcapil Jeneponto: Ditempeleng, Ditinju, Ditendang

Seorang wartawan diduga mengalami tindakan penganiayaan di Kantor Dinas Kependudukan dan pencatatan Sipil Kabupaten Jeneponto

Muhammad Yunus
Minggu, 30 Oktober 2022 | 08:48 WIB
Wartawan Dikeroyok di Kantor Dinas Dukcapil Jeneponto: Ditempeleng, Ditinju, Ditendang
Ilustrasi pengeroyokan [SuaraSulsel.id/ANTARA]

“Mulai dari muka dan belakang punggung, karena saya ditempeleng, ditinju dan ditendang,” katanya.

Tidak terima dengan kejadian tersebut, Agung langsung melaporkan kejadian itu Ke Polres Jeneponto. Sementara Kasat Reskrim Polres Jeneponto, Iptu Nasaruddin membenarkan adanya oknum wartawan yang melaporkan dugaan penganiayan di kantor Disdukcapil Jeneponto.

”Iye benar, penyidik segera melakukan proses penyelidikan sesuai SOP,” jelas Nasaruddin.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jeneponto, Muh. Jafar Abbas, membantah dirinya marah. Saat salah seorang oknum wartawan ingin menkonfirmasi terkait adanya keluhan masyarakat.

Baca Juga:Nyesek! Sekali Kena Tipu Bisnis Mobil Mewah di Bali, Jessica Iskandar Jatuh Miskin

Hal itu diungkapkan Muh. Jafar Abbas saat ditemui terkini.id dan beberapa awak media di salah satu cafe di jalan Pahlawan, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sabtu, 29 Oktober 2022.

“Saya tidak marah, seandainya saya marah, pasti saya usir dan saya tidak ladeni. Jadi sebenarnya begini, kemarin menjelang salat Jumat dia (yang mengaku dari media) ingin konfirmasi. Tapi karena sudah mau masuk salat Jumat sehingga saya bilang nanti dek yah saya mau pergi salat Jumat dulu, nanti lain kali,” terangnya.

Selanjut, kata Muhammad Jafar, dia langsung masuk kamar mandi ambil air wudhu dan mengambil pakaian salat di meja. Namun saat Muhammad Jafar Abbas hendak berangkat salat Jumat, wartawan Agung Setiawan masih berada di pintu menunggu.

“Saya kira dia sudah pulang, tapi masih ada di depan pintu, dia tunggu saya, dia katakan sebentar saja pak, jadi saya tanya, mau konfirmasi apa. Katanya mau konfirmasi terkait pelayanan yang banyak dikeluhkan masyarakat. Jadi saya sampaikan temani ke sini itu masyarakat supaya saya pertemukan dengan petugas yang malayani hari itu,” jelas Jafar Akbas.

Terkait adanya dugaan pengeroyakan terhadap oknum wartawan yang diduga dilakukan oleh beberapa oknum ASN Capil Jeneponto, Kadis Capil tidak melihat kejadian tersebut.

Baca Juga:Tidak Kooperatif, Polisi Masukan 2 Tersangka Kasus Penganiayaan Wartawan Jadi DPO

“Saya berani katakan tidak ada pengeroyokan di kantor karena saya tidak lihat,” tambahnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini