Perempuan Pulau Kodingareng Gelar Kongres Pertama, Mempersatukan Perempuan di Pulau Kodingareng

Perempuan Pulau Kodingareng mengadakan kongres pertama di Lapangan Pulau Kodingareng

Muhammad Yunus
Rabu, 09 Maret 2022 | 13:31 WIB
Perempuan Pulau Kodingareng Gelar Kongres Pertama, Mempersatukan Perempuan di Pulau Kodingareng
Perempuan Pulau Kodingareng mengadakan kongres pertama di Lapangan Pulau Kodingareng [SuaraSulsel.id/Istimewa]

SuaraSulsel.id - Perempuan Pulau Kodingareng mengadakan kongres pertama di Lapangan Pulau Kodingareng. Kongres ini mengangkat tema "Membangun Organisasi, Memperkuat Solidaritas, dan Gerakan Perempuan Pulau Kodingareng".

Irawati selaku Ketua Panitia Kongres Perempuan Pulau Kodingareng menjelaskan, kegiatan ini dilasakanakan selama dua hari dengan dua kegiatan.

"Kegiatan ini digelar dengan dua rangkaian kegiatan. Ada diskusi publik dan kongres. Diskusi publik itu diadakan tanggal 8 Maret 2022, bahas soal RZWP3K Sulsel dan persoalan sampah di Pulau Kodingareng. Tanggal 9 Maret 2022 dilanjutkan dengan kongres," ungkapnya.

Selain Irawati, Rahmi salah satu panitia pengarah Kongres Perempuan Pulau Kodingareng menjelaskan, bahwa harapan dan tujuan diadakannya kongres ini untuk mempersatukan perempuan di Pulau Kodingareng.

Baca Juga:Instagram Rilis Stiker Khusus, Rayakan Hari Perempuan Internasional

"Organisasi perempuan yang nanti mau dibentuk dalam kongres ini harapannya jadi tempat pemersatu dan perjuangan perempuan Pulau Kodingareng," tuturnya.

Pentingnya organisasi rakyat, khususnya perempuan di Pulau Kodingareng juga dikonfirmasi langsung oleh Siti Aisyah. Sebagai salah seorang perwakilan peserta kongres. Menjelaskan bahwa kehadiran organisasi rakyat di pulau akan membuat semangat warga semakin meningkat.

"Kami sangat butuhkan yang namanya organisasi. Karena dengan adanya ini organisasi dapat membuat kami tambah semangat dan kuat. Karena kalau tidak ada organisasi, kami akan mudah dibuatkan permasalahan dari luar. Intinya ini organisasi untuk kita berjuang," tegasnya.

Terakhir, Nur Herliati selaku pendamping perempuan di Pulau Kodingareng dan sekaligus Staf Pengorganisasian Rakyat WALHI Sulsel menjelaskan, organisasi yang akan dibentuk dalam kongres ini bertujuan untuk membangun kemandirian rakyat.

"Ini adalah langkah dan strategi dalam membangun kemandirian rakyat. Khususnya perempuan agar dapat berdaulat atas lingkungan hidupnya. Sebab aktivitas tambang pasir laut masih menjadi ancaman serius bagi wilayah tangkap nelayan dan penghidupan masyarakat di Pulau Kodingareng. Untuk itu mereka bersatu dan akan berjuang bersama," tutupnya.

Baca Juga:Pernikahan Dini Picu Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Bombana

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini