facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Penerima Bantuan Sosial di Kota Kendari Tetap Mengemis di Jalan Raya, Sehari Bisa Dapat Rp100 Ribu

Muhammad Yunus Selasa, 08 Februari 2022 | 13:44 WIB

Penerima Bantuan Sosial di Kota Kendari Tetap Mengemis di Jalan Raya, Sehari Bisa Dapat Rp100 Ribu
Dinas Sosial Kota Makassar melakuka razia pengemis di Kota Makassar [Telisik.id]

Mengemis dengan berbagai modus

SuaraSulsel.id - Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kendari Kota Kendari Husni Mubaraq mengatakan, menemukan 31 pengemis merupakan penerima bantuan sosial.

Mengutip telisik.id -- jaringan Suara.com, pengemis itu mengaku terpaksa kembali melakukan kegiatan tersebut meski telah menerima bantuan.

"Karena menganggap bantuan yang mereka dapatkan dari pemerintah belum mencukupi untuk kebutuhan sehari-harinya," ucapnya.

Selanjutnya, menurut keterangan dari Dinsos Kendari, seorang lelaki tua, La Ada (80) yang ditemukan di kawasan lampu lalu lintas Jalan Syeh Yusuf, merupakan salah satu penerima manfaat Bansos Program Keluarga Harapan (PKH).

Baca Juga: Viral Pengemis Wanita Tertidur Pulas Bawa Bayi di Simpang Empat RS Charitas, Warganet Pilu: Kasian Anaknya

La Ada mengatakan, ia sebelumnya bekerja sebagai pemulung dan kini beralih sebagai seorang yang menawarkan jasa bersih debu pada kaca mobil di bawah lampu merah.

"Bisa dapat 100 ribu satu hari kalau rajin, pokoknya mulai pagi sampai sore," ujarnya.

Diketahui, oknum Gepeng dengan modus menawarkan barang dan jasa tak hanya berasal dari dalam kota, melainkan juga berasal dari luar Kota Kendari.

"Hasil asesmen hari ini, masih ada yang bukan warga Kota Kendari. Yang bukan warga Kota Kendari itu akan kami tindak lanjuti," ucap Husni Mubaraq.

Ia menambahkan, pihaknya saat ini gencar melakukan monitoring evaluasi dan pendekatan secara persuasif terhadap Anjal dan Gepeng.

Baca Juga: Institut Sains Teknologi dan Kesehatan Aisyiyah Kota Kendari Segera Terima Mahasiswa Baru

"Kami terus mengedukasi mereka, karena selain beraktivitas di kawasan lampu merah membahayakan keselamatan dirinya, juga kurang bagus buat wajah Kota Kendari," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait