Seperti diketahui, Erwin Sandi sebelumnya sempat mengancam melaporkan KFC Indonesia. Ia merasa dirugikan setelah menerima pesanan burger yang tak sesuai dengan gambar.
Erwin mengaku dibully karena berencana melaporkan hal tersebut. Caranya bahkan disebut kampungan.
"Karena sebagian dari kita masih berpikiran primitif. Ketika menuntut hak sebagai konsumen yang dilindungi UU malah dianggap sesuatu yang lucu," kata Erwin.
Erwin mengatakan masih banyak masyarakat yang tak tahu soal hak-hak konsumen. Makanya mereka diam saja ketika dibodohi oleh produsen.
Baca Juga:Burger Tidak Sama Dengan Gambar, Warga Palopo Akan Gugat KFC ke Pengadilan
Ia bahkan bisa saja mendapatkan kompensasi dari KFC jika tuntutannya diteruskan beberapa waktu lalu, tetapi Erwin memilih menerima permintamaafan pihak perusahaan asal Amerika itu. Namun pada ujungnya pihak KFC ingkar, membuat pengusaha properti itu tambah meradang.