Panik dan Histeris! Warga Palopo Rekam Detik-Detik Tanah Bergeser Dari Atas Bukit

Longsor kembali terjadi di jalur Palopo-Toraja, Rabu, 10 November 2021

Muhammad Yunus
Rabu, 10 November 2021 | 18:16 WIB
Panik dan Histeris! Warga Palopo Rekam Detik-Detik Tanah Bergeser Dari Atas Bukit
Warga berlari saat terjadi longsor di di jalur Palopo-Toraja, Rabu, 10 November 2021 [SuaraSulsel.id/Istimewa]

Salah satunya di jembatan sungai Battang yang menjadi akses Kota Palopo dan Kabupaten Luwu. Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman sudah meninjaunya, kemarin.

Jembatan tersebut mengalami keretakan dan miring akibat tergerus arus sungai yang meluap. Akibatnya, perbatasan Kota Palopo dan Kabupaten Luwu itu tidak dapat dilalui atau ditutup sementara.
Sudirman mengatakan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) sedang menangani kerusakan tersebut. Jembatan bisa dilalui tiga hari ke depan.

"Balai cekatan untuk membantu dan melakukan double shift. Mereka bekerja di malam hari sampai jam 10 malam ini masih bekerja. Mudah-mudahan dua atau tiga hari kedepan bisa dapat diselesaikan," kata Sudirman.

Sepanjang 2021, Ada 68 Bencana, Ratusan Ribu Korban

Baca Juga:Pemprov Sulsel Polisikan Mafia Tanah di Kota Makassar

Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel mencatat sepanjang 2021, ada 68 bencana alam yang melanda Sulsel. Longsor dan banjir di wilayah Luwu yang terbanyak dilaporkan.

Dari kasus itu, ada lima orang dinyatakan meninggal, 31 orang luka berat dan 144.252 korban.

"Korban jiwa itu maksudnya menderita dan mengungsi," kata Kepala BPBD Sulsel, Muh Firda.

Ia menambahkan BPBD juga mencatat ada 813 rumah rusak berat, 175 rumah rusak sedang, 549 rusak ringan dan ada 27.204 rumah yang terendam.

"Ada 8 fasilitas pendidikan yang rusak, 10 rumah ibadah, 4 kantor rusak dan 16 jembatan rusak," rincinya.

Baca Juga:Pahlawan Nasional Perempuan dari Sulsel Fajammah, Buang Gelar Bangsawan Demi Rakyat

Bencana alam terbaru yang dilaporkan adalah angin puting beliung di kabupaten Soppeng pada 9 November 2021. Ada 25 rumah dilaporkan rusak berat, 17 rusak sedang dan 8 unit rusak ringan. Bantuan juga sudah disalurkan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini