alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Sulsel Diminta Laporkan Kasus Mafia Tanah ke KPK

Muhammad Yunus Selasa, 09 November 2021 | 13:15 WIB

Warga Sulsel Diminta Laporkan Kasus Mafia Tanah ke KPK
Aktivis Greenpeace menembakan sinar laser yang bertuliskan #saveKPK saat menggelar aksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (28/6/2021). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta]

Tujuh lahan milik pemerintah daerah di Sulawesi Selatan jadi incaran mafia tanah

SuaraSulsel.id - Pelaksana tugas Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK RI Brigjen Pol Yudhiawan mengatakan, ada tujuh lahan milik pemerintah daerah di Sulawesi Selatan jadi incaran mafia tanah.

Salah satunya lahan di Masjid Al Markaz. Kemudian ada jalan tol, dan pelabuhan. Yudhiawan mengaku heran. Karena lahan ini diklaim oleh satu orang.

Yudhiawan menyebut kasus ini masuk dalam ranah tindak pidana korupsi. KPK bisa menangani jika ada laporan.

"Saya tunggu laporannya (ke KPK)," kata Yudhiawan di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa 9 November 2021.

Baca Juga: Mafia Tanah Gagal Ambil Tanah TNI di Jawa Timur

Mantan Kapolrestabes Makassar ini menyebut, KPK akan membantu Pemda untuk mengusut hal tersebut. Apalagi jika oknum itu berlindung di balik institusi pemerintah.

"Jadi sebenarnya nama mafia tanah itu gak ada. Yang ada adalah manusia yang tidak punya integritas dan komitmen. Mereka berlindung di balik institusi. Orang semacam itu, ya harus kami tangani," tegasnya.

Cara oknum-oknum itu bermain, kata Yudhiawan, adalah merekayasa dan memalsukan dokumen. Mereka kemudian bekerja sama dengan orang-orang di institusi yang punya niat jahat.

"Kemudian uang dari hasil tadi itu dibagi-bagikan. Makanya kita dari KPK di bidang pencegahan mendorong Pemda untuk manajemen aset, bisa disertifikatkan dan tidak dipindahtangankan," ungkapnya.

Hakim Agung Prim Pambudi Teguh pada acara simposium dan deklarasi penyelamatan aset negara dan daerah mengatakan, aksi mafia tanah di Indonesia disebut sudah keterlaluan. Mereka berani menguasai aset negara.

Baca Juga: Hakim Agung RI: Mafia Tanah di Indonesia Sudah Keterlaluan

Prim menyebut kasus di Jawa Timur hanya satu contoh dari ribuan kasus lahan yang sampai di Mahkamah Agung. Ia mengaku pihaknya menerima ratusan laporan masalah aset negara, BUMN dan daerah yang dikuasai oleh mafia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait