facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sari Pudjiastuti Bongkar Semua di Ruang Sidang, Termasuk Kode Tiket untuk Nurdin Abdullah

Muhammad Yunus Kamis, 07 Oktober 2021 | 14:21 WIB

Sari Pudjiastuti Bongkar Semua di Ruang Sidang, Termasuk Kode Tiket untuk Nurdin Abdullah
Mantan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel Sari Pudjiastuti dihadirkan dalam sidang kasus dugaan suap dan gratifikasi proyek infrastruktur di Sulsel, Kamis, 7 Oktober 2021 [SuaraSulsel.id / Lorensia Clara Tambing]

Sari Pudjiastuti bersaksi untuk terdakwa Nurdin Abdullah

Dapat Duit Berulang Kali

Sari Pudjiastuti juga tak menampik pernah menerima uang ratusan juta dari sejumlah kontraktor. Uang itu sebagai ucapan terima kasih karena sudah dimenangkan dalam tender proyek.

Proses pemenangan tender proyek di Pemprov Sulsel, kata Sari, juga atas instruksi oleh Gubernur saat itu, Nurdin Abdullah. Sari kerap diminta untuk menghadap Nurdin Abdullah. Baik di kantor, rumah jabatan, atau rumah pribadi.

Pada saat menghadap, Sari melaporkan progres pengerjaan proyek terlebih dahulu. Setelah itu, proyek yang akan ditender di tahun berikutnya.

Baca Juga: KPK Duga Nurdin Abdullah Beli Lahan dan Bangun Masjid Pakai Uang Gratifikasi

Pernah pada Desember 2019, kata Sari, ia dihubungi oleh ajudan Nurdin Abdullah bernama Syamsul. Ia diminta untuk menghadap Nurdin Abdullah di rumah pribadi, di Perdos Unhas Tamalanrea.

Sari Pudjiastuti kemudian menemui Nurdin Abdullah pada sore harinya, sekaligus membawa usulan proyek yang akan ditender pada awal 2020. Salah satunya adalah proyek pengerjaan ruas jalan Palampang-Munte-Bontolempangan.

Menurut pengakuan Sari, Nurdin saat itu memerintahkan bahwa ruas jalan tersebut akan dikerjakan oleh Agung Sucipto. Selain Agung, ia juga diperintahkan untuk memenangkan Jhon Theodore.

"Ada. Ada arahan dari terdakwa. Biasanya begitu, dia bilang untuk ruas jalan ini dikerjakan oleh (kontraktor) ini," beber Sari.

Sari kemudian menugaskan kelompok kerja atau Pokja untuk paket proyek ruas jalan Palampang-Munte-Bontolempangan tersebut. Pengerjaannya dilakuan dua kali di tahun 2020. Nilai proyeknya sebesar Rp16 miliar dari DAK untuk tahap I dan Rp19 miliar dari dana PEN untuk tahap II.

Baca Juga: Keberatan Dituduh Minta Uang Rp2,2 Miliar, Nurdin Abdullah: Demi Allah

"Yang memenangkan PT Cahaya Sepang Bulukumba," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait