alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dengan Hormat Kampus Indonesia : 87 Persen Mahasiswa Salah Jurusan

Muhammad Yunus Sabtu, 18 September 2021 | 08:08 WIB

Dengan Hormat Kampus Indonesia :  87 Persen Mahasiswa Salah Jurusan
Universitas Hasanuddin menggelar Wisuda Periode IV Tahap 2 Tahun Akademik 2020/2021, Selasa 22 Juni 2021 [SuaraSulsel.id / Unhas]

Ahli observasi anak sekaligus penemu talents observation mengungkapkan hal mengejutkan dalam webinar

Setiap orang terlahir membawa misi hidup masing-masing. Karena itulah Allah Swt. membekali manusia dengan bakat yang berbeda-beda. Demikian pendapat Andri yang pernah mendapat julukan "Raja Kambing dari ITB".

Bagaimana cara menemukan bakat seseorang? Andri pun lantas memberi tips 4E, yaitu menemukan aktivitas yang kita merasa mudah (EASY) melakukannya, merasa senang (ENJOY), hasilnya dinilai baik oleh orang lain (EXCELLENT), serta produktif (EARN).

Adapun tahapan mengembangkan bakat adalah sebagai berikut: mempelajari, membangunkan, membaca, memahami, dan mengembangkan.

Andri mempersilakan peserta seminar untuk mengikuti tes bakat sederhana di www.temubakat.com.

Baca Juga: Nah Lho! Polisi Dalami Dugaan Kelalaian PIP Semarang Atas Kasus Tewasnya Taruna

Dalam mengembangkan bakat, ada beberapa prinsip, yaitu asah kekuatan, siasati kelemahan. Maksudnya, fokuslah mempertajam aktivitas yang merupakan kekuatan kita. Jangan mengikuti berbagai tes dengan maksud untuk memperbaiki kelemahan kita.

Setiap orang memiliki kelemahan. Kelemahan kita bukanlah aib. Allah Swt. memberikannya kepada setiap orang supaya tetap rendah hati dan mau bekerja sama dengan orang lain.

Dalam seminar itu, Andri yang juga Ketua Yayasan Harmoni Alam Semesta Tangerang menyebutkan 15 potensi kekuatan terkait dengan fisik atau pancaindra, yakni acting (akting), beautifying (mempercantik), conserving (melestarikan), cooking (memasak), dancing (dansa), dan modeling (pemodelan).

Berikutnya, musical art (seni musik), singing (nyanyian), visual art (seni visual), manual skill-speed (kecepatan keterampilan manual), manual skill-micro (keterampilan manual-mikro), physical skill (keterampilan fisik), sport (olahraga), planting (penanaman), dan tending animal (merawat hewan).

Setelah mengenali diri sendiri, baik kekuatan (strength) maupun kelemahan (weakness), mulai mengasah potensi yang menonjol dalam diri sendiri dengan tidak menyembunyikan keterbatasan.

Baca Juga: Kasus 10 Mahasiswa UNS Diamankan Polisi, Gibran: Kalau Mau Ketemu, Saya Fasilitasi

Tipologi Kekuatan

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait