Setelah pimpinan kelaskaran Abubakar Lambogo dieksekusi tanpa pengadilan oleh pasukan westerling, semangat rakyat Massenrempulu tidak memudar. Bagi mereka, kemerdekaan adalah harga mati. Apapun risikonya.
"Maka setelah terbunuhnya pimpinannya maka kepemimpinan kemudian dilanjutnya oleh Andi Sose dengan kelaskaran Harimau Indonesia," ujar Jupri.
Hingga kini, kisah pilu yang dialami Abubakar Lambogo masih mendalam bagi masyarakat Massenrempulu. Selain ganti rugi yang layak, mereka juga menuntut maaf dari pemerintah Kerajaan Belanda.
Untuk menghormati jasanya, nama Abubakar Lambogo diabadikan sebagai jalan di Kota Makassar dan nama lapangan di Enrekang. Namun hingga kini nama Abubakar Lambogo belum pernah diusulkan menjadi pahlawan nasional.
Baca Juga:Gempa Bumi Guncang Enrekang, Ini Penyebabnya
Kontributor : Lorensia Clara Tambing