Penampakan Air Laut Naik Usai Gempa di Maluku Tengah, Warnanya Hitam

Air laut yang naik usai gempa bumi tektonik mengguncang Maluku Tengah membuat warga panik

Muhammad Yunus
Kamis, 17 Juni 2021 | 10:39 WIB
Penampakan Air Laut Naik Usai Gempa di Maluku Tengah, Warnanya Hitam
Air laut berwarna hitam naik di Pasar Tehoru, Kecamatan Tehoru, Maluku setelah gempa M 6,1 Rabu 16 Juni 2021 / [TerasMaluku.com]

Namun lanjut Bambang, berdasarkan hasil observasi tinggi muka air laut di stasiun Tide Gauge TEHORU menunjukkan adanya kenaikan muka air laut setinggi 0,5 m.

“Hal ini diperkirakan akibat dari longsoran bawah laut,” kata Bambang.

Menurut Bambang, hingga hari Rabu, 16 Juni 2021 pukul 13.35 WIB, Hasil monitoring BMKG telah terjadinya 13 (tiga belas) gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M=3,5 .

“Kepada masyarakat terutama di wilayah sepanjang Pantai Japutih sampai Pantai Atiahu Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Seram, Maluku untuk waspada gempa bumi susulan dan potensi tsunami akibat longsor ke/di bawah laut, maka segera menjauhi pantai menuju tempat tinggi apabila merasakan guncangan gempa cukup kuat,” jelas Bambang.

Baca Juga:Sejarah Menyeramkan Tragedi Gempa dan Tsunami di Pulau Seram, Korban Jiwa Sampai Ribuan

Bambang mengatakan, BMKG terus memonitor gempa susulan yang terjadi dan dampaknya terhadap kenaikan muka air laut .

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga dimita menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” kata Bambang.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini