75 Pegawai KPK Melawan, Jurnalis dan Media Kolaborasi Dapat Teror

Ancaman kekerasan, teror, dan peretasan dialami sejumlah jurnalis dan media

Muhammad Yunus
Selasa, 08 Juni 2021 | 21:29 WIB
75 Pegawai KPK Melawan, Jurnalis dan Media Kolaborasi Dapat Teror
Pegawai KPK bongkar kejanggalan pertanyaan TWK (YouTube/NajwaShihab).

SuaraSulsel.id - Ancaman kekerasan, teror, dan peretasan dialami sejumlah jurnalis dan media yang tergabung dalam IndonesiaLeaks.

Kolaborasi sejumlah media tersebut, awal pekan ini, telah menerbitkan liputan investigasi terkait dugaan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah lama membuat daftar nama 75 pegawai KPK, untuk disingkirkan melalui Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

75 pegawai KPK yang disingkirkan pun melakukan upaya perlawanan. Mengadu ke Komnas HAM dan sejumlah lembaga. Termasuk kepada media untuk mempublikasikan pengakuan para pegawai.

Moh. Ridwan Lapasere, Wakil Ketua Bidang Advokasi AJI Indonesia yang tergabung dalam Komite Keselamatan Jurnalis mengatakan, laporan investigasi tersebut menulis bahwa TWK, diduga dirancang sejak awal, untuk membuang pegawai yang berseberangan dengan pimpinan KPK.

Baca Juga:Apresiasi Jurnalis Perempuan Indonesia, Gubernur Sumbar Dukung Ruhana Kuddus Award

Karena proses penyusunan peraturan tentang tes tersebut juga janggal, dengan metode dan ukuran kelulusan TWK yang tidak jelas parameternya.

Daftar nama 75 pegawai tersebut, disebutkan sudah ada jauh sebelum ide TWK muncul belakangan, saat pembahasan akhir peraturan komisi (Perkom) ihwal alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Peran Ketua KPK Firli Bahuri disebutkan cukup kuat untuk memaksa ketentuan soal tes wawasan kebangsaan dalam aturan tersebut. Draft aturan tersebut kemudian dibawa ke Kementerian Hukum dan HAM, untuk diundangkan.

"Berdasarkan kronologi AJI, ancaman teror, peretasan dialami jurnalis dan media tim IndonesiaLeaks diantaranya; Sebanyak 4 orang mengaku dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan," kata Ridwan, Selasa 8 Juni 2021.

Mereka mengikuti narasumber dan jurnalis IndonesiaLeaks saat berada di kantor Tempo, pada Jumat 28 Mei 2021. Beberapa orang tak dikenal memfoto jurnalis Indonesia Leaks, saat melakukan wawancara dengan narasumber di Café Malik And Co, Sabang, Senin, 31 Mei 2021.

Baca Juga:Soal 75 Pegawai KPK Tak Lulus TWK, Ferdinand Hutahaean: Pimpinan KPK Tidak Bisa Disalahkan

Ada upaya peretasan website Indonesia Leaks, Jumat 28 Mei 2021. Selain itu, ada tindakan penghapusan thread yang dibuat oleh akun sosial media Indonesia Leaks di Twitter, pada Minggu, 6 Juni 2021. Juga ada upaya mengambil alih akun Instagram Tempo.co, pada Senin, 7 Juni 2021.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini