Setelah itu, jemaah An-Nadzir kemudian mengaitkan pemantauan bulan tersebut dengan sejumlah fenomena alam. Seperti adanya hujan, angin, guntur dan kilat sebagai tanda pergantian bulan.
"Dan yang paling terakhir itu, memang tanda pergantian bulan adalah tanda pasang kondak air laut atau pasang puncaknya itu," terang Samiruddin.
Dari sejumlah parameter yang telah dilakukan oleh tim sembilan yang dibentuk, kata Samiruddin, Jemaah An-Nadzir memperkirakan penetapan bulan Ramadhan kali ini akan jatuh pada Senin 12 April 2021 nanti.
"Berdasarkan pengalaman kita selama ini, estimasi sekarang ini. Insyaallah mungkin nanti puasanya kita itu hari Senin tanggal 12 April. Tapi itu estimasi dari sekarang ya, nanti kita akan putuskan dalam musyawarah tim pada Ahad pagi," beber Samiruddin.
Baca Juga:Vanessa Angel Antuasias Sambut Ramadan Bersama Keluarga
Tradisi jemaah An-Nadzir yang diketahui kerap menggunakan jubah hitam dan sorban yang digulung pada bagian kepala ini dalam menyambut bulan suci Ramadhan adalah melaksanakan Salat Tahajud secara individu.
"Kalau di An-Nadzir sendiri ini kan berjalan seperti biasa saja, tidak melakukan Salat Tarawih. Bagi jemaah kita masing-masing melaksanakan salat malam saja atau Tahajud dan itu rata-rata dilakukan sebelum sahur pada malam terakhir itu," katanya.
"Kalau untuk menghidupkan Ramadan itu paling kita buat kajian-kajian khusus untuk santri dan jemaah. Karena selama ini programnya juga sudah berjalan," sambung Samiruddin.
Kontributor : Muhammad Aidil
Baca Juga:Sekolah Tatap Muka di Sulsel Mulai Digelar Secara Bertahap Hari Ini