facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Minta Sertifikat Tanah, Petugas BPN Kaget Luasnya Satu Pulau

Muhammad Yunus Selasa, 02 Februari 2021 | 13:13 WIB

Warga Minta Sertifikat Tanah, Petugas BPN Kaget Luasnya Satu Pulau
Lokasi Pulau Lantigiang di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan / [Foto Google]

Petugas pertanahan kaget melihat lokasi tanah yang ditunjuk adalah satu pulau

SuaraSulsel.id - Kasus penjualan Pulau Lantigiang di Kabupaten Kepulauan Selayar kini bergulir di Kepolisian. Saat ini sudah ada tujuh orang saksi yang dimintai keterangannya.

Kasus ini menarik perhatian sejumlah pihak sepekan terakhir. Sebab, seorang wanita asal daerah setempat bersuamikan warga negara asing. Membeli pulau seharga Rp 900 juta.

Sekretaris Daerah Kabupaten Selayar Marjani Sultan mengatakan, kasus ini terbongkar saat penjual mengurus sertipikat tanah di Kantor BPN.

Petugas pertanahan kemudian heran, karena tanah yang ditunjuk saat ploting adalah pulau.

Baca Juga: Situasi Pandemi, Cap Go Meh di Pulau Kemaro Ditiadakan

"Dalam proses sertipikat itu baru ditahu bermasalah. BPN kemudian melapor bersama pihak taman nasional Takabonerate," kata Marjani kepada Suarasulsel.id, Selasa (2/2/2021).

Pada tahun 2019, kata Marjani, pihak penjual Syamsul Alam dan pembeli Asdianti melakukan transaksi. Saat itu, uang muka yang disetor baru Rp 10 juta.

Penjual hanya menunjukkan surat keterangan kepemilikan tanah. Bukan sertipikat. Pembeli kemudian meminta agar segera dibuatkan sertipikat, agar bisa dibayar lunas.

"Pembeli tidak mau membayar lunas jika tidak ada sertipikat. Kepala desa yang tandatangan saat itu sudah tidak aktif. Kepala desa yang sekarang baru keberatan," bebernya.

Pulau Lantigiang (instagram/@balai_tn_taka_bonerate)
Pulau Lantigiang (instagram/@balai_tn_taka_bonerate)

Itu pun, kata Marjani, surat kepemilikan tanah yang dimiliki Syamsul Alam tidak diakui keabsahannya.

Baca Juga: Polisi Sudah Periksa 7 Saksi Penjualan Pulau Lantigiang di Selayar

Sebab, surat tersebut dikeluarkan tahun 2015. Jauh sebelum pulau tersebut ditetapkan sebagai wilayah konservasi oleh Kementerian.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait