Jika Masih Lambat, Vaksinasi Covid-19 Tahap 1 Sulsel Butuh Waktu 5 Bulan

Setiap hari vaksinator hanya mampu menyuntik rata-rata 121 orang

Muhammad Yunus
Selasa, 26 Januari 2021 | 08:11 WIB
Jika Masih Lambat, Vaksinasi Covid-19 Tahap 1 Sulsel Butuh Waktu 5 Bulan
Petugas medis menyuntikan vaksin COVID-19 Sinovac kepada seorang tenaga kesehatan di Puskesmas Duren Sawit, Jakarta, (14/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Proses vaksinasi disebut lelet karena terkendala non teknis medis. Sistem pendaftarannya cukup ruwet.

Nurul menerangkan mereka yang akan divaksin harus diusulkan terlebih dahulu oleh dinas kesehatan ke pemerintah pusat. Setelahnya, mereka akan mendapat pemberitahuan penerima vaksin lewat SMS Blast.

Tenaga kesehatan kemudian diminta untuk melengkapi data melalui aplikasi Peduli Lindungi atau p-Care dari BPJS. Jika sudah dinyatakan lolos, sistem akan mengeluarkan tiket elektronik barcode. Nantinya, barcode tersebut yang digubakan untuk mendaftar saat vaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari menambahkan setidaknya ada 300 nakes yang divaksin tiap harinya. Target tersebut akan digenjot untuk memenuhi target vaksinasi nasional.

Baca Juga:Sistem Pendaftaran Ruwet, Hingga Hari ini Baru 1.209 Nakes yang Divaksin

"Untuk capai target nasional, kita target mudah-mudahan bisa 300 per hari," harap Ichsan.

Hanya saja, sejauh ini vaksinasi di Sulsel masih terbilang lamban. Kendalanya ialah sistem atau aplikasi Menkes yang digunakan dalam proses registrasi ulang. Untuk itu, pihaknya berinisatif untuk melakukan registrasi online agar vaksinasi tetap berjalan.

"Masih rendah sekali memang. Pak gubernur sudah sampaikan bahwa ini terkait aplikasi, pendaftaran kita agak kesusahan. Saya sudah sampaikan bahwa kita jangan menunggu aplikasi, bisa offline daftar sementara untuk capai target," paparnya.

Ia menambahkan, baru-baru ini Sulsel menerima vaksin dari pemerintah pusat sebanyak 52.760 dosis. Sebelumnya telah datang 66.640 dosis.

Hanya saja, 39.920 vaksin telah didistribusi ke tiga daerah yakni Gowa, Makassar dan Maros. Sehingga stok yang tersisa di Dinkes saat ini sebanyak 82.480 vial.

Baca Juga:Menko Airlangga ke Pengusaha: Tak Ada Komersialisasi, Semua Vaksin Gratis!

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini