Kepala BPBD Sulbar : Sudah 27 Orang Meninggal Tertimbun Reruntuhan

Update data korban sampai pukul 14.00 Wita

Muhammad Yunus
Jum'at, 15 Januari 2021 | 13:49 WIB
Kepala BPBD Sulbar : Sudah 27 Orang Meninggal Tertimbun Reruntuhan
Basarnas mengevakuasi korban reruntuhan dengan alat seadanya, Jumat 15 Januari 2021 / [Foto Basarnas]

SuaraSulsel.id - Kepala Pelaksana BPBD Sulbar Darno Majid mengatakan korban meninggal dunia di Mamuju dan Majene sampai pukul 14.00 Wita tercatat 18 orang di Mamuju. Majene tercatat 9 orang.
"Akibat reruntuhan," kata Darno kepada wartawan, Jumat 15 Januari 2021.

Warga diminta siaga untuk menghadapi kemungkinan adanya gempa susulan. Jangan dulu masuk ke dalam rumah. Sampai situasi terkendali.

"Termasuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya tsunami," kata Darno.

Jika mengungsi harus ke tempat yang aman. Jangan sampai mengungsi ke gunung. Tapi gunungnya longsor. "Jadi kami rekomendasikan tempat pengungsian di stadion," ungkap Darno.

Baca Juga:Gempa di Mamuju dan Majene, Begini Layanan Komunikasi Telkomsel

Raditya Jati Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan BPBD Kabupaten Majene melaporkan lebih dari enam ratus menderita luka-luka.

BPBD setempat terus melakukan upaya penanganan darurat dan memutakhirkan data dampak pascagempa M 6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1).

Data Pusat Pengendali Operasi BNPB per 15 Januari 2021, pukul 11.10 WIB, mencatat sekitar 637 warga mengalami luka-luka dan 15.000 lainnya mengungsi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.

Pasien Rumah Sakit Mitra Manakarra Mamuju dievakuasi ke lapangan terbuka saat gempa, Kamis 14 Januari 2021 / [Foto Hasri Jack]
Pasien Rumah Sakit Mitra Manakarra Mamuju dievakuasi ke lapangan terbuka saat gempa, Kamis 14 Januari 2021 / [Foto Hasri Jack]

BPBD setempat terus melakukan pendataan dan kaji cepat di lapangan. Sedangkan kerusakan bangunan di Kabupaten ini mencakup 62 unit rumah rusak, 1 unit puskesmas rusak berat, 1 kantor danramil Maluda rusak berat, jaringan listrik padam, komunikasi selular tidak stabil dan longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene – Mamuju.

Sedangkan pada Kabupaten Mamuju, BPBD setempat menginformasikan kerusakan berat (RB) antara lain Hotel Maleo, kantor Gubernur Sulawesi Barat dan sebuah mini market.

Baca Juga:Gempa Mamuju, Warga Mulai Kesulitan Air dan Makanan

Jaringan listrik dan komunikasi selular juga terganggu di wilayah Mamuju. Kerusakan rumah warga serta korban jiwa masih dalam pendataan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini