facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pemkot Makassar Setop Tes Swab Saat Kasus Covid-19 Meningkat

Muhammad Yunus Rabu, 30 Desember 2020 | 15:47 WIB

Pemkot Makassar Setop Tes Swab Saat Kasus Covid-19 Meningkat
Pemprov Sulsel meluncurkan program tes swab massal untuk guru. Pemeriksaan ini diklaim pertama di Indonesia. Sebelum memasuki pembelajaran tatap muka. / [Foto: Humas Pemprov Sulsel]

Kebijakan ini membuat penanganan Covid-19 semakin tidak terkontrol

SuaraSulsel.id - Pemerintah Kota Makassar tiba-tiba menghentikan pemeriksaan tes usap atau tes swab. Saat kasus Covid-19 di Makassar meningkat.

Kebijakan ini membuat penanganan Covid-19 semakin tidak terkontrol. Harusnya pemeriksaan semakin diperbanyak, bukan dihentikan.

Mengutip dari terkini.id -- jaringan suara.com, Pakar Epidemiologi Universitas Hasanuddin, Ansariady mengatakan, sampai saat ini status Makassar berdasarkan website Satgas Nasional Covid-19 masih zona orange. Hanya saja kenaikan kasus Covid-19 terus bertambah.

Bila angka kasus semakin tidak terkendali, Ansariady mengatakan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi alternatif terakhir.

Baca Juga: Pakar Epidemiologi Ini Dukung Kebijakan Jam Malam di Kota Makassar

Selain itu, Ia pun meminta pemerintah kota mengantisipasi peningkatan pada awal tahun.

“Potensi penualaran tetap pada tahun baru ada terutama jika terjadi pengumpulan orang di dalam ruangan tanpa menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin,” kata Ansaridy, Rabu, 30 Desember 2020.

Salah satu penyebab peningkatan kasus selama ini adalah libur panjang, “Ini yang mengakibatkan angka naik terus,” ungkapnya.

Upaya tracing dan tes usap massal dari pemerintah harus masif dan berkesinambungan. Jumlah yang dites, mesti dua hingga tiga kali lipat dari standar minimal tiap harinya.

Pasalnya, kasus Covid-19 yang terdeteksi dua pekan lalu sebanyak 1273 kasus. Sementara seminggu lalu, naik menjadi 2.022.

Baca Juga: 5 Manfaat Bedda Rica Bagi Kesehatan Kulit Perempuan Bugis Makassar

“Bila ada 100 yang diperiksa, yang positif 13 sampai 20 orang,” pungkasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait