Serba-Serbi Vaksin Mati untuk Tangani Pandemi Covid-19, Apa Saja Risikonya?

Vaksin mati menjadi salah satu metode pengembangan vaksin Covid-19. Simak manfaat dan risikonya berikut ini.

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi
Rabu, 30 Desember 2020 | 15:26 WIB
Serba-Serbi Vaksin Mati untuk Tangani Pandemi Covid-19, Apa Saja Risikonya?
Petugas memindahkan kontainer berisi vaksin COVID-19 setibanya di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Senin (7/12/2020). [ANTARA FOTO/HO/Setpres-Muchlis Jr]

SuaraSulsel.id - Vaksin mati menjadi salah satu metode pengembangan vaksin Covid-19. Simak manfaat dan risikonya berikut ini.

"Sebetulnya vaksin ini menggunakan vaksin mati. Jadi vaksin mati itu artinya vaksin yang diberikan kepada tubuh kita, tidak ada risiko atau risikonya nol, untuk menyebabkan penyakit," ujar Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe dalam diskusi publik di Forum Merdeka Barat, Selasa, (29/12/2020).

Sehingga menurut dr. Dirga sangat tidak benar jika ada kabar yang mengatakan jika seseorang yang menjalani vaksinasi Covid-19 malah terinfeksi penyakit yang menyerang saluran napas atas itu.

"Itulah keunggulan dari vaksin mati, jadi vaksin mati itu virusnya atau bagian dari virusnya itu sudah diinaktivasi, dimatikan atau dilemahkan, sehingga bila diberikan kepada tubuh kita tubuh akan tetap mengenali," papar dr. Dirga.

Baca Juga:Rumah Kaca Sayuran Hidroponik

"Oh ini bagian dari virus tertentu, tetapi tidak dapat menimbulkan penyakit kepada si penerimanya," sambungnya.

Adapun platform vaksin mati, digunakan untuk membuat kandidat vaksin Covid-19 Sinovac dan vaksin Covid-19 Sinopharm, perusahaan farmasi asal China.

Selain vaksin yang dimatikan, vaksin juga bisa terbuat dengan berbagai cara seperti platform mRNA, yaitu sejenis materi genetik yang dibuat laboratorium, saat disuntikkan ke tubuh ia akan membajak sel tubuh dan melatih sistem imun melawan virus.

Vaksin yang menggunakan platform mRNA di antaranya adalah vaksin Pfizer, Moderna

Sedangkan vaksin vektor atau dikenal juga vaksin dengan platform adenovirus yaitu bekerja seumpama kendaraan yang mengeluarkan virus penyebab infeksi, dan digantikan dengan spike atau virus lain yang akan melindungi tubuh dari infeksi penyakit tertentu secara spesifik.

Baca Juga:Terinfeksi Virus Corona, Wanita Ini Alami Gangguan Siklus Menstruasi

Salah satu vaksin dengan teknologi vektor digunakan oleh vaksin Sputnik V, kandidat vaksin Covid-19 buatan Rusia dan vaksin AstraZeneca buatan Oxford University Inggris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini