Dokter Tirta Bongkar Alasan Menkes Terawan Bungkam di Depan Awak Media

Sejak pandemi Covid-19 semakin menyebar luas di Indonesia, Menkes Terawan tak pernah lagi muncul di depan media

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 20 Desember 2020 | 13:17 WIB
Dokter Tirta Bongkar Alasan Menkes Terawan Bungkam di Depan Awak Media
Ilustrasi Menkes Terawan melawan virus Corona Covid-19. (Dok. Ilustrasi Suara.com oleh Iqbal)

SuaraSulsel.id - Relawan Covid-19, Dokter Tirta Hudhi atau dikenal Dokter Tirta membongkar kenapa Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tidak mau bicara di depan publik atau media.  

Diketahui, sejak pandemi Covid-19 semakin menyebar luas di Indonesia, Menkes Terawan tak pernah lagi muncul di depan media. Menteri Terawan lebih memilih sembunyi dari publik, padahal saat ini Indonesia sedang keras-kerasnya berjuang dalam penanganan Covid-19.

 Dilansir dari Hops.id, media jaringan Suara.com, Dokter Tirta mengungkapkan Menteri Terawan merupakan tipikal khas orang Jawa yang dalam omongannya seringkali mengadem-ayemkan orang.

Tirta mengakui tipikal cara berkomunikasi ini kadang tidak bisa diterima oleh semua orang, apalagi saat ini Indonesia sedang berjuang keras dalam penanganan Covid-19.

Baca Juga:Waduh! Peresmian Gedung di Solo, Menkes Malah Abaikan Protokol Kesehatan

“Beliau tipikal orang jawi. Pak Terawan itu statusnya itu tiang jawi, (omongannya) kayak sudahlah yang adem ayem, positive thinking supaya sembuh, beliau tipe dokter yang adem-ayem,” ujar Dokter Tirta dalam podcast dengan Bang Karni Ilyas dala YouTube Karni Ilyas Club dikutip Minggu 20 Desember 2020.

Dengan tipikal itu, makanya nggak heran, pada awal penanganan Covid-19, pernyataan yang keluar dari mulut Menteri Terawan adalah pernyataan yang berusaha menenangkan masyarakat.

Namun sayangnya, maksud baik Terawan itu disalahartikan oleh media. Pernyataan Menteri Terawan, menurut Dokter Tirta digoreng oleh media massa.

“Beliau ngomong sudahlah, makan enak, minum empon-empon. Digoreng sama media. Langsung beliau ngomong empon-empon, jiwa sehat aman, niatnya baik, menenangkan masyarakat tapi digoreng media, berkat empon-empon sembuh Covid. Dari situlah pak Terawan membatasi bicara menurut saya, karena takut digoreng media, media massa mencatut,” katanya.

Menurut Dokter Tirta, Gara-gara trauma pernyataan baiknya digoreng media, Menteri Terawan sampai emoh disuruh ngomong lagi oleh Ketua Satgas COvid-19, Doni Mardono.

Baca Juga:Ngotot Beli Vaksin Sinovac Meski Telan Nyawa di Brasil, Ini Jawaban Terawan

“Mulai itu, pak Terawan membatasi bicara di publik karena takut salah, itu omongan beliau ke Pak Doni. Nanti digoreng lagi,” jelas Dokter Tirta.

Meski komentarnya pada awal Covid-19 digoreng media massa, namun ternyata kini sebagian masyarakat malah mengonsumsi apa yang diucapkan Terawan.

“Dulu pertama, ngomong nyayem-ayem soal empon-empon, akhirnya sekarang semua minum jahe merah. Jadi 8 bulan lalu ngomong empon-empon (pak Terawan) nggak salah juga. Terus kemudian ngomong makan enak beliau juga ngomong itu, Mati stop mengadili tapi kritisi, sehingga pak Terawan nggak takut lagi ngomong, beliau takut digoreng,” ucap Tirta.

Nah belajar dari hal itu, Dokter Tirta berharap Menteri Terawan kembali muncul dan bicara ke publik dengan narasi komunikasi yang lebih baik dan belajar dari komunikasi pada awal COvid-19.

Mengingat pengalaman digoreng media itu, Tirta memahami kenapa Menteri Terawan sampai nggak mau diundang stasiun televisi manapun. Nyaris.

“Nah ketika pak Terawan menolak hadir di acara stasiun televisi dengan presenter viral, itu kebijakan tepat. Pak Terawan harus ngomong bukan di acara TV manapun, pak Terawan harus ngomong di Kemenkes, atau Puskesmas dan atau pada para tenaga kesehatan, tapi ya nggak juga (dilakukan)” katanya.

Ngomong soal kacaunya komunikasi publik Terawan pada awal Covid-19, Tirta mengakuinya buruk cara penyampaikan kepada masyarakat kala itu.

Dokter Tirta sampai mengkritik kertas soal hal ini hingga dia dibenci oleh kalangan yunior Terawan dan para pejabat di Kementerian Kesehatan lho.

“Saya bilang pak Terawan ini senior, di negara manapun yang ber-statement mengenai penanganan Covid adalah Menkes dan jubirnya. Maka saya seneng pak Yuri (Jubir Satgas Covid-19) di depan, ketika dia turun itu awal mula kacau balau. Sekarang, menurut saya, waktu itu kritik pak Terawan adalah tolong dong diperbaiki narasi PR-nya. Kayak Jerman Selandia Baru, AS, itu yang ngomong Kemenkes atau IDI, itu bikin adem, sekarang yang ngomong vaksin itu dominan kalau nggak pak Erick ya pak Luhut,” jelas Tirta.

Nah untuk itu, relawan Covid-19 itu menginginkan Menteri Terawan untuk tampil lagi ke publik.

“Harapan saya di akhir tahun, mungkin bisa hadir speeach 5 menit di Instagram Tv dan disiarkan ke pers,” kata Tirta.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini