Melihat Persiapan Natal di Gereja Tertua di Kota Makassar

Pohon natal bermandikan cahaya lampu sudah berdiri cantik di depan Gereja Katedral Kota Makassar

Muhammad Yunus
Rabu, 16 Desember 2020 | 18:25 WIB
Melihat Persiapan Natal di Gereja Tertua di Kota Makassar
Gereja Katedral Makassar menyambut natal 2020 / [Foto SuaraSulsel.id: Lorensia Clara Tambing]

SuaraSulsel.id - Pohon natal bermandikan cahaya lampu sudah berdiri cantik di depan gereja. Sudah sepekan lebih, Pastor Paroki Katedral Makassar, Wilhelmus Tulak meriasnya bersama pengurus gereja lainnya.

Hal tersebut menandakan tradisi perayaan natal sudah mulai terasa. Dalam sepekan ke depan, umat Katolik dan Kristiani di seluruh dunia akan menyambut suka cita damai natal. Identik dengan Kelahiran Yesus Kristus.

Segala persiapan sedang dilakukan. Termasuk tata cara misa natal di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

SuaraSulsel.id melihat keadaan Gereja Katedral, Gereja Katolik tertua di Kota Makassar, Selasa (16/12/2020).

Baca Juga:Jelang Natal, Prancis Larang Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, hiasan natal di luar gereja yang terletak di Jalan Kajaolalido Nomor 14 ini cukup meriah. Namun, saat memasuki ruangan, semuanya berbeda.

Jarak kursi diatur sedemikian rupa, dan dilengkapi kaca mika sebagai pembatas jarak. Begitu pun di pintu masuk, wastafel, dan handsanitizer sudah dijejer.

Setiap umat pun diwajibkan mencuci tangan sebelum masuk ke ruang ibadah. Diukur suhu tubuhnya. Mereka juga dipastikan memakai masker selama ibadah berlangsung.

Gereja Katedral Makassar menyambut natal 2020 / [Foto SuaraSulsel.id: Lorensia Clara Tambing]
Gereja Katedral Makassar menyambut natal 2020 / [Foto SuaraSulsel.id: Lorensia Clara Tambing]

Pastor Paroki Katedral Makassar Wilhelmus Tulak mengatakan, natal tahun ini sangat berbeda dibanding sebelumnya. Kepanitiaan terbagi dua, yakni panitia perayaan natal dan panitia protokol kesehatan.

"Panitia tersebut telah berbulan-berbulan bertugas. Dengan adanya pandemi, kita memang sangat ditantang untuk berkumpul, namun aturan pemerintah mewajibkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan," ujarnya.

Baca Juga:Jelang Natal, Harga Cabai dan Telur Naik

Ia menjelaskan perayaan natal di Gereja Katedral tetap berlangsung seperti biasanya dengan mengikuti protokol kesehatan. Hanya saja ada pembatasan jumlah umat (jemaat). Sebelum pandemi, mereka yang hadir merayakan natal di Gereja bisa mencapai 2.000 orang.

Namun tahun ini, pihaknya terpaksa membatasi jumlah umat maksimal hanya 500 orang saja. Hal ini mengingat kewajiban menjaga jarak demi menghindari penularan.

"Karena itu kami membuat kesepakatan untuk meminimalisir umat untuk hadir. Kami berusaha betul tidak menimbulkan kerumunan. Bahkan gereja dilengkapi dengan plastik mika untuk memberi rasa aman bagi umat," ucapnya.

Pelayan liturgi pun sudah dipastikan bebas Covid-19 setiap bertugas melayani misa. Mereka wajib menjalani tes swab terlebih dahulu.

Gereja Katedral Makassar menyambut natal 2020 / [Foto SuaraSulsel.id: Lorensia Clara Tambing]
Gereja Katedral Makassar menyambut natal 2020 / [Foto SuaraSulsel.id: Lorensia Clara Tambing]

Meski berbeda dari perayaan Natal di tahun sebelumnya, masyarakat masih bisa merayakan Natal bersama keluarga dengan memanfaatkan teknologi atau virtual.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah telah mengeluarkan surat edaran larangan berkerumun saar perayaan Hari Natal dan Tahun Baru 2021 (Nataru). Kebijakan itu menyikapi kasus Covid-19 yang terus meningkat di Sulsel.

Menurut Nurdin, pihaknya tidak melarang pelaksanaan ibadah saat natal bagi umat kristiani maupun katolik.

Akan tetapi, pihaknya mengimbau agar lebih baik melalukannya secara virtual. Selain natal, potensi naiknya penularan virus juga dapat terjadi pada momentum tahun baru.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini