alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

KPK: 2 Calon Kepala Daerah Terkaya Berasal dari Kota Makassar

Muhammad Yunus Jum'at, 04 Desember 2020 | 14:19 WIB

KPK: 2 Calon Kepala Daerah Terkaya Berasal dari Kota Makassar
Ketua KPK Firli Bahuri saat menjalin MoU dengan Pemprov Sumsel [Humas Pemprov Sumsel]

Mohammad Ramdhan Pomanto dan Fadli Ananda masuk daftar 10 Calon Kepala Daerah terkaya

SuaraSulsel.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan 10 calon kepala daerah terkaya dan "termiskin" di Indonesia.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang akan mengikuti Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020.

"Kita kumpulkan 10 terkaya, tidak ada maksud apa-apa, hanya ingin menunjukkan dia lapor yaitu dengan kekayaan Rp674 miliar, tapi yang agak heran adalah yang termiskin dengan harta minus Rp3,5 miliar," kata Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan dalam konferensi pers di gedung KPK Jakarta, Jumat (4/12/2020).

Calon Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Muhidin mencatatkan nilai harta tertinggi yaitu sebesar Rp674,2 miliar.

Baca Juga: Laporan Harta Calon Wakil Bupati Sijunjung Minus Rp3,5 miliar, KPK Heran

Dengan nilai aset terbesar berupa 19 harta tidak bergerak dengan total nilai sebesar Rp293,6 miliar

Sedangkan calon kepala daerah dengan nilai pelaporan harta terkecil adalah Calon Wakil Bupati Sijunjung Indra Gunalan yang melaporkan total nilai harta defisit sebesar Rp3,5 miliar.

Defisit tersebut disebabkan adanya kepemilikan utang sebesar Rp7,9 miliar.

"Kalau dia kepilih kita klarifikasi kok bisa harta defisit maju (pilkada), ada juga Calon Bupati Nabire hartanya Rp15 juta, kampanye-nya bagaimana ya? Entah dia melaporkan benar atau tidak benar," ungkap Pahala.

Pahala berharap masyarakat yang akan mengikuti pilkada di daerah tersebut juga mencermati jumlah harta kekayaan calon kepala daerah tersebut.

Baca Juga: Daftar Calon Kepala Daerah Terkaya dan Termiskin, Bandingkan Setelah Menang

"Kok boleh ya minus?" tambah Pahala.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait