Detik-detik Siswi SMA Bunuh Diri Minum Racun Terekam Kamera HP

Korban diduuga bunuh diri karena depresi dengan banyaknya tugas-tugas daring dari sekolah

Muhammad Yunus
Senin, 19 Oktober 2020 | 12:34 WIB
Detik-detik Siswi SMA Bunuh Diri Minum Racun Terekam Kamera HP
Ilustrasi ambil video pakai handphone. (Unsplash/Hermes Rivera)

SuaraSulsel.id - Siswi SMA yang meninggal karena minum racun di Kabupaten Gowa, berisinial MI (16 tahun). Aksi nekat MI bunuh diri dengan meminum racun rumput, terekam kamera Hand Phone (HP) milik korban.

Korban diduuga bunuh diri karena depresi dengan banyaknya tugas-tugas daring dari sekolah.

Korban kerap bercerita pada teman-temannya. Perihal sulitnya akses internet di kampung. Sulitnya akses internet di kediamannya menyebabkan tugas-tugas daringnya menumpuk.

Mirisnya, MI merekam aksi bunuh dirinya dalam sebuah video. Rekaman ponsel berdurasi 32 detik itu menunjukkan detik-detik ketika korban meminum racun rumput.

Baca Juga:Video Innova Halangi Laju Ambulance di Mojokerto, Seperti 'Ngajak Balapan'

"Mengerikan," ungkap Muhammad Ramli Rahim, Ketua Umum Jaringan Sekolah Digital Indonesia, kepada SuaraSulsel.id, Senin (19/10/2020).

Kejadian ini menurut Jaringan Sekolah Digital Indonesia bukan kejadian tunggal. Stres yang dialami siswa akibat pembelajaran jarak jauh yang tidak memiliki standar khusus dan cenderung sangat memberatkan siswa.

"Dari sisi tugas-tugas dari guru telah mengakibatkan depresi terhadap siswa. Yang akhirnya dapat berujung pada kejadian bunuh diri seperti ini," ungkap Ramli.

Ramli mengatakan, jumlah mata pelajaran yang sangat banyak. Ditambah dengan mudahnya guru memberikan tugas kepada siswa menjadi beban yang begitu berat bagi siswa.

Sebanyak 14 sampai 16 mata pelajaran tentu bukan sesuatu yang mudah. Apalagi dengan dukungan jaringan internet yang tidak memadai.

Baca Juga:Lesehan, Crazy Rich Surabaya Bikin Duet Video Orang Kaya Nongkrong di Mal

Ikatan Guru Indonesia sejak awal sudah meminta pemerintah pusat dan Mendikbud Nadiem Makarim, bahwa beban mata pelajaran yang dialami oleh siswa sesungguhnya menjadi masalah utama rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini