Donald Trump Kebal Covid-19 ?, Peneliti Amerika: Maybe Yes, Maybe No

Setelah terjangkit Covid-19, sejumlah ilmuwan menunjukkan bahwa seseorang bisa tertular virus dua kali

Muhammad Yunus
Rabu, 14 Oktober 2020 | 17:59 WIB
Donald Trump Kebal Covid-19 ?, Peneliti Amerika: Maybe Yes, Maybe No
Presiden AS, Donald Trump. [Mandel Ngan/AFP]

SuaraSulsel.id - Presiden Donald Trump mengatakan dirinya terlindung atau sudah kebal dari virus corona. Setelah terjangkit Covid-19, sejumlah ilmuwan pun menunjukkan bahwa seseorang bisa tertular virus itu dua kali.

“Saya sudah melewati penyakit ini. Kini mereka (tim dokter) mengatakan saya kebal,” ujar Trump ketika berkampanye di Florida, Senin (12/10).

“Saya merasa begitu kuat,” tambah Trump.

Sebuah studi baru ilmuwan merinci. Kasus seorang laki-laki Nevada yang hasil tesnya menunjukkan positif mengidap virus corona, lalu sembuh. Tapi beberapa hari kemudian kembali tertular virus itu.

Baca Juga:Dinyatakan Positif COVID-19, Dosen UPN Veteran Yogyakarta Meninggal Dunia

Bukti itu tidak saja menimbulkan pertanyaan soal seberapa lama kekebalan tubuh pasien yang sebelumnya terjangkit virus ini dapat bertahan.

Tetapi juga meningkatkan kemungkinan bahwa vaksin belum tentu akan memberi perlindungan yang bersifat permanen.

“Benar-benar tidak bertanggung jawab ketika presiden menyatakan dirinya kebal dari Covid-19,” ujar Andrew Pavia, Kepala Divisi Penyakit Menular pada Kesehatan Anak di Universitas Utah, dikutip dari VOA Indonesia, Rabu (14/10/2020).

“Bukan sesuatu yang dapat kita katakan begitu saja tanpa dukungan ilmiah apapun,” tegasnya.

Mungkinkah Tertular Lagi?

Baca Juga:Sehari 40 Jenazah, Kini Pasien Covid yang Dikubur di Pondok Ranggon Sedikit

Dalam jurnal The Lancet Infectious Diseases para ilmuwan menggambarkan, kasus seorang laki-laki berusia 25 tahun yang tertular virus corona dalam dua kesempatan terpisah, dengan selisih waktu enam minggu.

Pertama, pada Maret lalu, laki-laki itu mengalami radang tenggorokan, batuk, sakit kepala, pusing dan diare.

Dalam tes di sebuah acara komunitas di Reno pada 18 April, ia diketahui positif mengidap Covid-19.

Pada April, ia dinyatakan tidak menunjukan gejala apapun. Dua tes yang dilakukan pada Mei menunjukkan ia negatif Covid-19.

Namun, pada akhir Maret, ia kembali jatuh sakit. Kali ini jauh lebih buruk dibanding sebelumnya.

Ia harus dirawat di rumah sakit dan membutuhkan alat bantu pernapasan. Inilah saat ketika kasus ini menarik perhatian Mark Pandori, Direktur Laboratorium Kesehatan Publik di Nevada, yang sekaligus ikut mengkaji studi baru ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini